SAMARINDA. KOMINFONEWS - Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM menegaskan pentingnya tertib administrasi keuangan daerah di tengah penurunan signifikan Transfer ke Daerah (TKD). Hal itu ia sampaikan saat membuka Seminar Optimalisasi Pemanfaatan Aset Daerah, Launching Aplikasi DenBLUD, dan Apresiasi Penyusunan Laporan Keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun 2024 di Ballroom Arutala Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Senin (8/12/2025) sore.
Dalam arahannya, Wawali Saefuddin menyampaikan apresiasi kepada para OPD yang meraih penghargaan penyusunan laporan keuangan terbaik. Di antaranya untuk kategori A, masing-masing diraih Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Terbaik I), Dinas Perhubungan (Terbaik II), dan Dinas Lingkungan Hidup (Terbaik III).
Sementara untuk Kategori B, masing-masing diraih Bapperida (Terbaik I), Dinas Komunikasi dan Informatika (Terbaik II), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Terbaik III). Sedangkan untuk kategori C, masing-masing diraih Kecamatan Samarinda Ilir (Terbaik I), Kecamatan Samarinda Kota (Terbaik II), dan Kecamatan Sungai Pinang (Terbaik III).
Dalam arahannya, Wawali menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini harus dipahami secara utuh oleh seluruh perangkat daerah.
“Kita harus memahami kondisi keuangan hari ini. Kita dituntut tetap maksimal menjalankan kegiatan, sementara anggaran semakin terbatas akibat pemangkasan TKD,” ujar Wawali.
Ia menjelaskan, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda Tahun 2025 Rp5,8 triliun, turun drastis menjadi Rp3,16 triliun di APBD 2026 akibat adanya pemangkasan TKD. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah tetap menjaga ketertiban administrasi agar tidak menimbulkan temuan.
“Kegiatan harus tetap berjalan, tapi administrasinya jangan lemah,” tegasnya.
Wawali juga mengapresiasi inovasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melalui peluncuran Aplikasi DenBLUD, yang diharapkan menjadi pendorong bagi OPD lain untuk terus berinovasi.
“Mari kita bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” ajaknya.
Sementara itu, Plt Kepala BPKAD Kota Samarinda, Dr. H. Ali Fitri Noor, MM menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pendapatan daerah di tengah kebijakan pemangkasan TKD. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab OPD tidak hanya pada sisi belanja, tetapi juga pendapatan serta pengelolaan keuangan secara menyeluruh.
Seminar ditutup dengan penyampaian materi oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim, Mochammad Suharyanto, S.E., M.M., Ak., CSCU, CA, CSFA, ACPA, yang memberikan berbagai arahan terkait tertib administrasi keuangan daerah. (HER/KMF-SMR | FOTO: MHJ/DOKPIM)