SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk terus mendorong penguatan layanan kesehatan yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan skala prioritas dalam setiap dukungan pembangunan sektor kesehatan.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menerima audiensi jajaran manajemen Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Mulawarman (Unmul) di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai 2 Balaikota Samarinda, Rabu (5/8/2026).
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. H. Ismid Kusasih, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Samarinda, Idfi Septiani, S.STP.,
M.Si, serta Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), H. Syaparuddin. Sementara itu, dari pihak RSGM Unmul hadir Direktur RSGM, drg. Imran Irsal, Sp.Pros., beserta jajaran manajemen.
Dalam kesempatan tersebut, Imran Irsal, memaparkan perkembangan rumah sakit sejak berdiri hingga rencana pengembangannya ke depan. Ia menjelaskan, RSGM Unmul memperoleh izin operasional pada Juli 2024, diresmikan oleh Rektor Universitas Mulawarman pada Oktober 2024, dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2025.
Menurutnya, kehadiran RSGM Unmul menjadi tonggak penting dalam pengembangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kalimantan. Saat ini, RSGM Unmul merupakan satu-satunya rumah sakit gigi dan mulut milik perguruan tinggi di Pulau Kalimantan, di samping RSGM Gusti Hasan Aman milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin.
“Dengan dukungan teknologi dan alat kesehatan unggulan, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal dan berkualitas bagi masyarakat. Pelayanan yang kami berikan meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Farmasi, Radiologi, Bedah, Rawat Inap, Poli Keperawatan Holistik, serta Poli Rawat Jalan dan Spesialis,” ujar Imran.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan RSGM Unmul menargetkan pelaksanaan akreditasi pada September 2026 sebagai bagian dari upaya standarisasi mutu pelayanan. Setelah memperoleh akreditasi dan status sebagai RSGM Pendidikan dari Kementerian Kesehatan, pihaknya akan melanjutkan proses kredensial ke BPJS Kesehatan agar pelayanan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Selain itu, RSGM Unmul juga tengah menyiapkan skema kolaborasi melalui jejaring Academic Health System bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendatangkan dokter gigi residen (spesialis) guna mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis di daerah, mempercepat waktu tunggu (waiting time) pelayanan pasien, sekaligus meningkatkan penanganan kasus penyakit gigi dengan prevalensi tinggi di Samarinda, seperti pulpitis dan nekrosis pulpa (pulp necrosis).
Menanggapi paparan tersebut, Wali Kota Andi Harun menyampaikan apresiasi atas perkembangan RSGM Unmul yang dinilainya memiliki peran strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kedokteran gigi dan mulut, di Kalimantan Timur.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap rencana pengembangan harus dibangun di atas prinsip keberlanjutan (sustainability), baik dari sisi pembiayaan maupun operasional. Menurutnya, pengembangan layanan kesehatan harus mampu memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengabaikan kemampuan fiskal dan efektivitas pengelolaan.
“Program penjangkauan (outreach) dan promosi yang luas harus senantiasa dibarengi dengan kepastian anggaran serta ketersediaan biaya operasional agar dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Andi Harun.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda pada prinsipnya siap memberikan dukungan terhadap pengadaan fasilitas medis pendukung. Namun, setiap bentuk bantuan harus mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran serta disusun berdasarkan skala prioritas yang memberikan manfaat paling besar bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Perlu ada kajian ulang yang matang, apakah pengadaan mobil ambulans benar-benar mendesak dan efisien secara operasional saat ini, atau justru alokasi anggaran tersebut akan lebih efektif apabila diarahkan untuk pengadaan peralatan medis utama, seperti ventilator, alat EKG, dan instrumen medis vital lainnya yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan rumah sakit,” pungkasnya.
(SYM/DON/KMF-SMR | FOTO: ARI DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit