SAMARINDA.KOMINFONEWS-PT BPR Bank Samarinda mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade operasionalnya, bank daerah milik Pemerintah Kota Samarinda ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 2,74 miliar pada tahun buku 2025. Pencapaian bersejarah itu menjadi sorotan utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Gedung Balai Kota Samarinda, Kamis (21/5/2026).
RUPS yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harundan dihadiri Wakil Wali Kota H Saefuddin Zuhri ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari persetujuan hasil audit independen laporan keuangan, penggunaan laba, dana cadangan tujuan bank, hingga rencana pembukaan Kantor Kas baru di kawasan Citra Niaga.
Direktur Utama PT BPR Bank Samarinda Tony Noviandi memaparkan bahwa sejumlah indikator keuangan menunjukkan tren positif berdasarkan laporan audit Kantor Akuntan Publik (KAP), dibandingkan tahun sebelumnya. Aset, penyaluran kredit, dana pihak ketiga, serta pendapatan operasional bank seluruhnya mencatatkan peningkatan. Bank bahkan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta peringkat komposit 1 kategori "Sangat Sehat" berdasarkan penilaian posisi laporan keuangan Desember 2025.
"Transformasi digital yang kita jalankan saat ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pelayanan dan daya saing di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin modern dan berbasis teknologi." Kata Tony
Dalam bidang layanan digital, Bank Samarinda kini telah mengintegrasikan sistem transfer real time yang memungkinkan nasabah bertransaksi lintas bank di seluruh Indonesia. Layanan pembayaran melalui QRIS juga telah tersedia dan dapat digunakan di berbagai merchant, memperluas kemudahan transaksi bagi nasabah.
RUPS menyetujui skema pembagian laba Rp 2,74 miliar dengan alokasi sebesar Rp 500 juta disetor ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara Rp 2,2 miliar dialokasikan untuk mengurangi akumulasi kerugian sekaligus memperkuat modal bank. Dengan pola pengelolaan laba ini, manajemen dan pemegang saham berharap laba pada tahun mendatang dapat terus meningkat seiring turunnya beban kerugian yang ada.
Terkait rencana pembukaan Kantor Kas di kawasan Citra Niaga, Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan persetujuan dengan sejumlah catatan penting. Menurut orang nomor satu di Kota Tepian itu, memperbanyak kantor bukan serta-merta menjadi solusi terbaik apabila tidak diimbangi dengan perhitungan biaya operasional yang matang.
Wali kota bahkan membuka opsi yang lebih strategis, apabila kantor lama dinilai tidak lagi representatif, Pemkot dapat mempertimbangkan relokasi kantor utama ke kawasan Citra Niaga sekaligus menjual aset kantor lama, tentunya setelah melalui diskusi mendalam dengan jajaran direksi bank.
"Boleh ekspansi, tapi setelah enam bulan berikan laporan perkembangannya. Apakah dua mesin yang bergerak di Segiri dan Citra Niaga bisa memberikan tren positif. Kalau berhasil, bisa saja nanti bertransformasi menjadi kantor utama." Pesan Wali Kota
Intinya dalam RUPS tadi, Wali Kota memberikan lampu hijau pembukaan Kantor Kas Citra Niaga dapat direalisasikan, namun manajemen diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kinerja kepada pemegang saham dalam kurun waktu enam bulan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi pijakan keputusan strategis berikutnya, termasuk kemungkinan transformasi status kantor kas menjadi kantor utama.
Di sisi lain, Wali Kota Andi Harun juga menekankan pentingnya penanganan tegas terhadap debitur bermasalah yang menjadi penyebab tingginya kredit macet bank. Ia meminta manajemen melakukan tracking menyeluruh atas aset bergerak maupun tidak bergerak milik debitur yang wanprestasi. Apabila upaya persuasif tidak membuahkan hasil, Wali Kota tidak menutup kemungkinan ditempuhnya tindakan hukum, baik jalur pidana maupun perdata.
Adapun penggunaan dana cadangan tujuan bank disetujui sesuai Rencana Anggaran dan Kegiatan Perusahaan (RAKP), dengan syarat penggunaannya tidak mengganggu kondisi likuiditas bank dan diprioritaskan untuk penguatan modal usaha serta akselerasi program digitalisasi layanan perbankan. (FER/KMF.SMR|
FOTO.CRS/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit