SAMARINDA, KOMINFONEWS – Komitmen menghadirkan pemerataan akses energi bagi masyarakat terus diperkuat di Kota Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda bersama PT PLN (Persero) UP3 Samarinda meresmikan penyaluran bantuan 65 sambungan listrik gratis kepada keluarga prasejahtera melalui program Light Up The Dream: Listrik untuk Nyalakan Mimpi di Jalan Rumbia 2, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (3/8/2026).
Peresmian tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., Anggota DPR RI Komisi XII Daerah Pemilihan Kalimantan Timur Syafruddin, S.Sos.,
M.Si., Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda Adrian Sitompul, perwakilan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Camat Samarinda Ilir La Uje, Lurah Sidomulyo Hj. Misrini Salik, unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.
Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan program Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial yang didanai sepenuhnya dari donasi sukarela para pegawai PLN. Program tersebut menjadi wujud kepedulian insan PLN untuk membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses listrik yang layak.
"Program ini merupakan wujud kepedulian pegawai PLN dalam mendukung pemerataan kesejahteraan. Bagi kami, PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial. Ketika sebuah rumah mulai dialiri listrik, di situlah harapan baru ikut menyala bagi keluarga dan masa depan anak-anak mereka," ujarnya.
Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri mengapresiasi kolaborasi antara PLN dan DPR RI yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur atau tertatanya kawasan perkotaan, tetapi juga dari sejauh mana pelayanan dasar dapat dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali.
"Pemerintah Kota Samarinda terus menata jalan-jalan utama dan mempercantik kawasan strategis seperti Tepian Sungai Mahakam untuk memperkuat ekonomi daerah. Namun pembangunan fisik harus diimbangi dengan pemerataan layanan dasar. Listrik adalah simbol kemajuan. Cahaya tidak boleh hanya menerangi jalan protokol, tetapi juga harus hadir di gang-gang permukiman hingga wilayah pinggiran agar tidak ada warga Samarinda yang tertinggal," tegasnya.
Saefuddin juga berharap hadirnya listrik di rumah-rumah warga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak. Ia mengimbau para orang tua untuk mendampingi putra-putrinya memanfaatkan perangkat elektronik secara bijak.
"Dengan adanya listrik, anak-anak kini bisa belajar lebih nyaman pada malam hari. Dampingi mereka agar penggunaan perangkat elektronik dan gawai benar-benar menunjang pendidikan dan kegiatan yang produktif, bukan sekadar hiburan," pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Komisi XII Syafruddin mengungkapkan bahwa DPR RI telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp11 triliun bagi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun anggaran 2027. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk mempercepat elektrifikasi sekitar 8.000 desa dan dusun yang hingga kini belum menikmati layanan listrik di seluruh Indonesia.
Ia juga memastikan Kalimantan Timur, termasuk Kota Samarinda, akan terus memperoleh alokasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati sambungan listrik secara gratis.
Menutup sambutannya, Syafruddin meluruskan informasi yang berkembang terkait pemadaman listrik di Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa pemadaman yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan batu bara, melainkan merupakan bagian dari pemeliharaan (maintenance) sistem kelistrikan untuk menjaga keandalan jaringan.
Syafruddin juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan melalui saluran komunikasi resmi, baik kepada PLN maupun melalui wakil rakyat, agar setiap persoalan dapat ditindaklanjuti dengan informasi yang akurat dan solusi yang tepat. (SYM/ASYA/KMF-SMR | FOTO: CHAIDIR/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit