Pembukaan ditandai dengan upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, ST,
M.Si di Ballroom Hotel Five Premiere Lantai 10, Jalan Bhayangkara, Rabu (12/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Neneng membacakan sambutan tertulis Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun yang menegaskan bahwa 40 calon Paskibraka tersebut merupakan putra-putri pilihan yang telah melewati proses seleksi dan dipercaya mengemban amanah besar pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah terpilih. Kalian adalah anak-anak muda pilihan dari sekian banyak pelajar di Kota Samarinda,” ujar Wali Kota dalam sambutan yang dibacakan Sekda Neneng.
Menurut dia, terpilih sebagai calon Paskibraka bukanlah capaian biasa. Di baliknya terdapat proses panjang yang menuntut ketekunan, semangat, fisik yang prima, mental yang kuat, serta komitmen tinggi.
Namun, Wali Kota mengingatkan bahwa Paskibraka bukan sekadar tentang berdiri tegak, melangkah serempak, atau mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna. Paskibraka adalah tentang pengabdian, keteladanan, integritas, dan semangat juang generasi muda dalam menjaga kehormatan bangsa.
Karena itu, melalui pemusatan pendidikan dan pelatihan, para peserta tidak hanya ditempa untuk menguasai kemampuan teknis. Mereka juga dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, beretika, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
“Jadikan proses ini sebagai momentum untuk membentuk karakter yang lebih tangguh, pribadi yang lebih bertanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan yang lebih matang,” tegasnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya kekompakan. Keberhasilan Paskibraka, kata dia, tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga kemampuan bekerja sama, menghargai sesama, mematuhi arahan pembina, dan menjaga semangat kolektif.
Pesan tersebut menjadi penting karena para calon Paskibraka nantinya tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga. Tetapi juga membawa kehormatan Kota Samarinda saat menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih.
“Keberhasilan kalian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individual, tapi juga oleh kemampuan bekerja sama, menghormati sesama, serta menjaga semangat kolektif,” katanya.
Kepada para pelatih dan pembina, Wali Kota meminta agar proses pendidikan dijalankan dengan kesabaran, keteladanan, sekaligus ketegasan yang proporsional.
Pembinaan, lanjut dia, tidak berhenti pada kemampuan menjalankan tugas upacara. Lebih jauh, proses tersebut harus mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing, berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua yang telah memberikan doa, dukungan, dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengikuti seluruh proses pembinaan Paskibraka.
“Semoga kebanggaan kita kepada anak-anak ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, khususnya Kota Samarinda,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berpesan agar seluruh calon Paskibraka menjaga kesehatan, kedisiplinan, kekompakan, serta kehormatan diri selama menjalani pendidikan dan pelatihan. Mereka juga diminta menghormati para pelatih dan pembina serta menjaga nama baik Kota Samarinda.
“Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi terbaik yang siap mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026,” pesannya.
Ia juga mendoakan seluruh peserta, pelatih, pembina, dan pihak yang terlibat senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, keteguhan hati, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian kegiatan.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!” pungkasnya. (MAF/HER/KMF-SMR | FOTO: DIR/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit