SAMARINDA.KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun, menghadiri kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Kota Samarinda serta Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Cipto Mangunkusumo, Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, pada Kamis (28/11).
Kegiatan bertema “Sinergi Gerakan Berkemajuan: Meneguhkan Kepemimpinan untuk Mewujudkan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah yang Berdaya” ini bertujuan memperkuat kepemimpinan organisasi agar mampu mewujudkan gerakan yang berdaya, maju, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andi Harun menyampaikan apresiasi atas konsistensi Muhammadiyah dalam mengangkat isu-isu aktual yang relevan dengan kondisi bangsa. Menurutnya, tema kegiatan kali ini sangat tepat di tengah tantangan politik dan sosial yang kompleks saat ini.
“Muhammadiyah selalu relevan dalam mengangkat isu-isu aktual yang sesuai dengan keadaan bangsa kita hari ini. Pemilihan tema ini sangat tepat, karena di tengah sulitnya melakukan identifikasi politik secara menyeluruh, kita memerlukan arah gerakan yang meneguhkan nilai-nilai kemajuan,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Andi Harun menyoroti fenomena sebagian pendidik yang turut serta dalam kegiatan politik praktis. Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan ketulusan dalam berkhidmat bagi umat dan bangsa, bukan semata karena kepentingan politik.
“Setiap hari kita menyaksikan berbagai retorika politik yang seolah berkhidmat kepada umat dan bangsa. Namun pertanyaannya, apakah semua itu benar-benar untuk kepentingan masyarakat?” ungkapnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya mempelajari sejarah bagi setiap pemimpin agar mampu memahami konteks perjuangan dan cita-cita bangsa. Ia mengutip pesan almarhum Buya Ahmad Syafii Maarif yang menyebut bahwa bangsa Indonesia tidak kekurangan orang pintar, melainkan kekurangan orang jujur—baik dalam perkataan maupun dalam tindakan sosial.
“Itulah mengapa Buya Syafii mengatakan bahwa negeri ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur. Kejujuran itu bukan hanya dalam ucapan, melainkan juga dalam sikap sosial,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Andi Harun mengajak seluruh elemen Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan lembaga sosial keagamaan lainnya untuk menjadikan organisasinya sebagai gerakan yang mencerahkan kehidupan sosial masyarakat.
“Ini menjadi bahan renungan kita bersama. Muhammadiyah tidak boleh hanya dimaknai sebagai organisasi yang berkumpul, tetapi harus menjadi gerakan nilai yang mencerahkan kehidupan sosial,” pungkasnya.(FER/KMF-SMR/FOTO : JIR/DOKPIM)