Dalam keterangannya, Wawali menegaskan bahwa stok beras untuk menghadapi Nataru, Puasa, hingga Lebaran berada dalam kondisi aman. Ia juga menyoroti kualitas beras produksi dalam negeri yang menurutnya lebih pulen dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
“Beras untuk stok ke depannya menghadapi Nataru, Puasa, dan Lebaran insyaallah aman. Beras lokal memang warnanya sedikit gelap, tapi rasanya lebih nikmat dan pulen,” ujarnya.
Selain beras, pengecekan juga dilakukan terhadap berbagai komoditas Bapokting lainnya. Secara umum, harga masih dalam kondisi terkendali, meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, terutama bawang merah dan cabai.
“Ada beberapa komoditas yang naik, seperti bawang merah. Ini akan kami bahas bersama tim ekonomi untuk mencari solusi agar harganya bisa stabil,” jelasnya.
Kenaikan harga cabai dan bawang merah disebabkan oleh gangguan produksi di daerah pemasok akibat curah hujan tinggi dan banjir. Kondisi tersebut membuat pasokan menurun, sehingga berdampak pada naiknya harga.
“Produksi di daerah pemasok terhambat karena hujan dan banjir. Barang sedikit, permintaan banyak, otomatis harga naik. Tapi Insyaallah Pemerintah Kota (Pemkot) akan berusaha menstabilkan kembali,” tambahnya.
Terkait daya beli masyarakat menjelang Nataru, Wawali memastikan bahwa secara keseluruhan ketersediaan Bapokting di Kota Samarinda tetap aman, sehingga masyarakat tak perlu khawatir.
Untuk komoditas yang mengalami lonjakan harga, Pemkot Samarinda menyiapkan langkah antisipasi berupa operasi pasar apabila diperlukan.
“Jika bawang merah atau komoditas lain perlu distabilkan, pemerintah siap menggelar operasi pasar,” ungkapnya.
Pada pengecekan di SPBU, muncul temuan terkait tabung gas elpiji 12 kilogram yang isinya tidak penuh. Menanggapi hal tersebut, Wawali menjelaskan bahwa hal itu kemungkinan disebabkan oleh tabung bekas yang masih mengandung sisa gas.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji, Red) dan tim pengemasan untuk memastikan hal ini tidak terulang,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa stok gas elpiji, termasuk 3 kilogram, berada dalam kondisi aman, dan distribusinya terus diawasi untuk memastikan tepat sasaran.
Saat ditanya mengenai dugaan beras oplosan, Wawali menegaskan bahwa hingga kini Pemkot belum menemukan adanya kasus tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap memperketat pengawasan dan meminta masyarakat melapor jika menemukan indikasi.
“Harapan kita, jangan ada yang mengoplos beras. Jika ada, tolong laporkan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Menutup rangkaian sidak, Wawali menegaskan komitmen Pemkot Samarinda untuk menjaga stabilitas harga menjelang Nataru hingga memasuki bulan Puasa dan Lebaran.
"Insyaallah Bapokting di Kota Samarinda aman. Pemerintah akan terus berupaya menstabilkan harga agar masyarakat tidak resah,” pungkasnya. (MAF/HER/KMF-SMR | FOTO: JIR/DOKPIM)