Sumber Foto: Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Samarinda
SAMARINDA. KOMINFONEWS - Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) yang menjadi program unggulan yang digagas Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun itu dinilai sukses dan mampu memberikan efek positif bagi masyarakat. Ya, program berupa kucuran anggaran untuk dikelola dan dilaksanakan di setiap RT di Samarinda itu sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan, baik untuk infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat. Termasuk Probebaya Tahun 2025 yang kini memasuki triwulan III.
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Nadya Turisna mengatakan Probebaya tetap akan menjadi program unggulan Wali Kota karena terbukti memberikan hasil positif. Bahkan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat, Probebaya tetap dipertahankan sebagai program prioritas.
"Arahan Pak Wali Kota, meski ada efisiensi, tidak boleh ganggu Probebaya, tidak boleh ganggu gaji pegawai. Kenapa jangan ganggu, karena uangnya langsung beredar di masyarakat. Ini dianggap sebagai pengungkit ekonomi masyarakat," ujar Nadya dalam Rapat Evaluasi Kegiatan Probebaya Triwulan III Tahun 2025 di Ruang Rapat Arutala Bapperida Kota Samarinda, Selasa (16/9/2025) siang.

Ia menyebut sejumlah payung hukum yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut. Di antaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah. Berikut Permendagri Nomor 130 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Keluarhan. Terakhir, Peraturan Wali Kota (Perwali) Samarinda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Atas Perwali Samarinda Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Probebaya.
Nadya menyebut ada tiga poin utama yang menjadi evaluasi. Di antaranya realisasi target indikator, realisasi keuangan, serta input perubahan perencanaan. Secara khusus, ia menyoroti input laporan realisasi keuangan yang dinilainya masih sangat rendah, meski realisasi fisik di lapangan kemungkinan sudah maksimal. Bahkan realisasi keuangan dari hampir setiap kecamatan masih masuk kategori rendah dan sangat rendah. Itu berdasarkan data terakhir yang diambil dari aplikasi E-Dalev per 15 September 2025. Tentu hal tersebut harus menjadi perhatian serius ke depan.

"Juga terkait penambahan anggaran untuk pemenang Probebaya Award dari beberapa kelurahan yang belum input, supaya bisa segera diinput," tandasnya.
Sementara Kepala Bapperida Kota Samarinda, Ananta Fathurrozi meminta kepada semua perangkat kelurahan dan kecamatan yang menjadi peserta rapat tersebut agar bisa mengikuti semua arahan yang ada. Termasuk melakukan monitoring ke sejumlah RT di wilayahnya masing-masing.
"Yang belum input laporan supaya bisa segera diinput demi kelancaran kegiatan kita. Apalagi saat ini sudah memasuki Triwulan III dan menjelang akhir tahun. Mari kita diskusikan bersama untuk perbaikan ke depan," ajak Ananta dalam arahannya di awal kegiatan. (HER/KMF-SMR)
Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda
Telp: 0541-731489 Email: setda@samarindakota.go.id Website: https://setda.samarindakota.go.id