Didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) H. Saefuddin Zuhri, SE, MM dan Sekretaris Daerah (Sekda) Neneng Chamelia Shanti, ST,
M.Si, Andi Harun membedah kinerja sejumlah lini usaha Varia Niaga. Ia mengapresiasi capaian laba bersih Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang secara akumulatif mencapai Rp3,62 miliar hingga Semester I 2026. Namun capaian tersebut menurut dia tidak boleh menjadi alasan bagi manajemen untuk cepat berpuas diri.
Ia juga meminta evaluasi menyeluruh dilakukan pada unit pangan. Evaluasi harus menyentuh seluruh rantai bisnis, mulai dari Harga Pokok Penjualan (HPP), margin, biaya distribusi, hingga alokasi operasional.
Bagi Andi Harun, persoalan tersebut bukan sekadar soal angka merah dalam laporan keuangan. Ia menilai masalah unit pangan merupakan persoalan efisiensi dan manajemen internal yang harus segera dibenahi.
“Evaluasi total harus dilakukan. Masalah pada unit pangan ini murni isu efisiensi dan manajemen internal,” ujarnya.
Perhatian serupa diberikan terhadap Bebaya Mart. Di samping itu, Andi Harun juga menyoroti struktur laba Varia Niaga yang masih bertumpu pada satu lini usaha. Unit assist kapal menjadi penyumbang terbesar dengan laba Rp2,37 miliar atau sekitar 76 persen dari total laba BUMD. Kontribusi besar itu dinilai positif, tetapi sekaligus menyimpan risiko konsentrasi karena masih bergantung pada satu kontrak utama dengan Pelindo.
Karena itu, Andi Harun menginstruksikan Direksi Perumda Varia Niaga segera memperluas pasar dan minimal mengamankan satu kontrak baru di wilayah perairan strategis lainnya.
Dalam evaluasi tersebut, manajemen Varia Niaga memaparkan sejumlah capaian positif. Perusahaan menjadi satu-satunya BUMD Samarinda yang menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Odoo. Varia Niaga juga berhasil melakukan efisiensi jumlah karyawan menjadi 86 orang dengan produktivitas yang terus meningkat.
Dari 21 unit bisnis yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda), delapan unit saat ini aktif memberikan kontribusi. Teras Samarinda misalnya, mencatat lonjakan pengunjung 144 persen menjadi sekitar 468 ribu orang. Hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) mencapai okupansi 97 persen dengan tingkat pembayaran 97 persen, sementara Kos Syariah berada di angka 92 persen.
Bebaya Mart dan kemitraan Business to Business (B2B) juga terus dikembangkan melalui penambahan produk hingga 3.600 Stock Keeping Unit (SKU), rebranding cabang Antasari, serta perluasan jaringan pasokan telur, ayam beku untuk sektor perhotelan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, hingga pengembangan peternakan Free-Range/Omega Egg, dan pakan mandiri di Berambai.
Namun capaian tersebut tetap diikuti catatan kritis dari jajaran Pemkot Samarinda. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marnabas menilai potensi pendapatan parkir Teras Samarinda belum optimal. Dengan 468 ribu pengunjung dan asumsi tarif Rp2.000, potensi pendapatan diperkirakan mencapai Rp936 juta. Sementara realisasinya baru sekitar Rp865 juta.
Sementara Wawali Saefuddin Zuhri turut meminta perbaikan fisik Teras Samarinda menjadi perhatian. Atap yang rusak dan kualitas rumput harus segera ditangani agar ruang publik tersebut tetap nyaman bagi masyarakat. Ia juga mendorong Varia Niaga ikut mengambil peran dalam pengendalian inflasi daerah, khususnya komoditas ayam ras.
Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Idfi Septiani menyoroti adanya gap antara laba usaha dan laba total yang masih dipengaruhi pendapatan lain-lain. Ia meminta sumber pendapatan tersebut diperjelas dan proyeksi keuangan disusun secara lebih terukur.
Menurut dia, ketergantungan pada pendapatan di luar bisnis utama harus dikendalikan agar tidak mengganggu stabilitas dan kesehatan perusahaan dalam jangka panjang.
Menutup evaluasi, Andi Harun menegaskan bahwa BUMD tidak cukup hanya mencatat laba. Perusahaan daerah harus sehat, efisien, transparan, adaptif, dan mampu mengembangkan sumber pendapatan baru.
Bagi Andi Harun, evaluasi bukan sekadar mencari kekurangan. Lebih dari itu, evaluasi menjadi instrumen untuk memastikan setiap rupiah yang dikelola BUMD benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat Samarinda. (SYM/HER/KMF-SMR | FOTO: ARY/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit