SAMARINDA.KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Ketenagakerjaan menggelar Rapat Ekspose Rencana Tenaga Kerja Makro Daerah (RTKMD) 2025–2029, Selasa siang (2/12/2025). Pertemuan ini menjadi tahapan krusial menjelang penetapan dokumen RTKMD, sekaligus memastikan seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman selaras terhadap arah kebijakan ketenagakerjaan lima tahun ke depan.
Rapat berlangsung secara daring bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI dan menghadirkan narasumber Dr. Mohammad Mustafa Sarinanto, M.Eng., Kepala Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan. Kegiatan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Gedung PKK Samarinda, serta dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menyampaikan bahwa penyusunan RTKMD dilandasi kondisi ketenagakerjaan 2024, di mana penduduk usia kerja mencapai 663.804 jiwa, dengan komposisi tenaga kerja sektor formal 58,58% dan informal 41,42%.
Menurutnya, strategi peningkatan kualitas SDM diarahkan pada penguatan kompetensi, pelatihan vokasional, serta penyelarasan dengan sektor ekonomi prioritas dan sektor yang tengah berkembang. Dokumen RTKMD juga mencakup kebijakan lintas sektor meliputi pengendalian penduduk, kesehatan, investasi, serta hubungan industrial.
Sementara itu, Dr. Mohammad Mustafa memberikan masukan substantif sebagai bagian dari proses konsultasi dan penyempurnaan dokumen. Ia menekankan pentingnya keterhubungan antara RTKMD Samarinda dengan visi–misi kepala daerah serta roadmap ketenagakerjaan nasional.
Ia juga menyampaikan informasi mengenai dibukanya Program Pemagangan Nasional Batch 3 Tahun 2025, yang menyasar lulusan baru perguruan tinggi. Program ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Samarinda, dengan pendaftaran berlangsung 24 November–3 Desember 2025 melalui MagangHub terintegrasi dengan SAlAPKerja.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa RTKMD 2025–2029 merupakan kompas bagi kebijakan ketenagakerjaan di Kota Samarinda. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi agar dokumen dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan dukungan penuh terhadap Program Pemagangan Nasional Kemenaker sebagai peluang strategis bagi lulusan baru di Samarinda.
Menutup pertemuan, Wawali menyampaikan harapannya agar RTKMD menjadi fondasi solutif dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, menekan pengangguran muda, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah menuju era pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara.
“RTKMD ini hanya dapat berjalan efektif jika kita bekerja kolektif. Kolaborasi adalah kunci agar setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas ketenagakerjaan di Kota Samarinda,” pungkasnya. (VE/FER/KMF-SMR | Foto: JIR/DOKPIM)