SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menegaskan bahwa pembangunan peradaban kota tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen umat dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Peradaban bertema “Samarinda Pusat Peradaban: Tanggung Jawab Bersama Ormas Islam dan Seluruh Elemen Umat”, Kamis (29/01/2026) malam, di Hotel Atlet, Kompleks Stadion Madya Kadrie Oeining.
Dalam paparannya, Wali Kota menyampaikan bahwa peradaban yang kokoh harus dibangun di atas fondasi persatuan, kerja sama, serta nilai ketauhidan yang lurus. Menurutnya, kolaborasi sosial hanya akan melahirkan kemajuan yang berkelanjutan apabila dilandasi orientasi kemaslahatan, bukan kepentingan sesaat maupun popularitas semu.
“Peradaban tidak akan pernah utuh jika hanya bertumpu pada satu pihak. Ia harus dibangun melalui kerja kolektif, silaturahmi, dan sinergi yang berangkat dari kesadaran bertauhid, bahwa seluruh amanah kepemimpinan dan kehidupan ini akan kembali kepada Tuhan,” ujarnya.
Wali Kota juga mengajak para peserta dialog untuk melakukan otokritik terhadap praktik keberagamaan agar nilai-nilai ibadah benar-benar terwujud dalam perilaku sosial. Ia menekankan pentingnya menjadikan ajaran agama sebagai sumber etika publik yang mendorong kepedulian sosial, keadilan ekonomi, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks pembangunan kota, Andi Harun mengingatkan bahwa kepemimpinan yang takut kehilangan jabatan atau lebih mengedepankan citra dibanding kemanfaatan nyata akan sulit melahirkan peradaban yang berkeadilan. Sebaliknya, pemimpin yang berani bersikap jujur, mengakui kekeliruan, dan memperbaikinya demi kepentingan masyarakat justru sedang menjalankan esensi amanah kepemimpinan.
“Kesalahan dalam kebijakan bisa terjadi sebagai bagian dari ikhtiar. Yang tidak dibenarkan adalah ketika kesalahan itu disadari namun tetap dipertahankan. Peradaban menuntut keberanian moral dan keikhlasan untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dakwah dan pendidikan nilai harus bersifat berkelanjutan, adaptif terhadap realitas sosial, serta mampu memberdayakan masyarakat. Menurutnya, tantangan zaman menuntut pendekatan yang bijaksana agar pesan moral dan nilai kemanusiaan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menutup dialog, Wali Kota berharap sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen umat terus diperkuat dalam membangun Samarinda sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkarakter, berkeadaban, dan membawa kemanfaatan seluas-luasnya bagi warganya. (JUAN/MAF/ASYA/KMF-SMR | FOTO: CRIS/DOKPIM)