Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Wali Kota, disampaikan bahwa tema HAB ke-80, 'Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju' memiliki makna strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kerukunan menurut dia, bukan hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi juga sebagai energi kebangsaan yang mampu mendorong kemajuan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Kemenag hadir sebagai institusi yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, khususnya dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah kemajemukan Indonesia. Sejak awal berdirinya, Kemenag menjadi bagian dari upaya kolektif bangsa dalam mewujudkan masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.
Wali Kota juga menyoroti peran Kemenag selama 80 tahun perjalanannya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Peran tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kerukunan antarumat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, serta kehadiran agama sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Transformasi digital yang dilakukan Kemenag telah memberikan dampak positif, khususnya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang lebih transparan, cepat, dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Andi Harun menyampaikan bahwa penguatan ekonomi umat melalui pesantren serta pengelolaan zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya telah memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian lembaga keagamaan dan perekonomian masyarakat.
Di bidang pendidikan, Wali Kota menilai madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan kualitas, sehingga mampu bersaing dan sejajar dengan institusi pendidikan lainnya.
Lebih lanjut, Wali Kota juga mengingatkan tantangan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menekankan pentingnya peran aparatur Kemenag dalam memastikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan tetap menjadi landasan dalam pemanfaatan teknologi.
“Perkembangan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kerukunan, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Menutup amanat yang dibacakannya, Wali Kota mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag untuk terus meningkatkan kapasitas diri, bersikap adaptif terhadap perubahan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Apel Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran Kemenag, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada sejumlah pegawai Kantor Kemenag Kota Samarinda. (MAF/HER/KMF-SMR | FOTO: CRIS/JIR/DOKPIM)