SAMARINDA, KOMINFONEWS — Nasihat sang ayah tentang pentingnya pendidikan dan bakti kepada orang tua menjadi fondasi yang membentuk karakter dan kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun. Pesan tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Ruang Tamu Wali Kota Lantai 2 Balai Kota Samarinda, Selasa (29/12/2025).
Kunjungan itu merupakan bagian dari tugas sekolah yang diberikan kepada Fikri Chairil, siswa Taruna Nusantara, untuk mewawancarai sosok inspiratif. Fikri memilih Andi Harun karena menilai kepemimpinannya memberi dampak nyata bagi Kota Samarinda. Selain itu, Samarinda merupakan rumahnya, sehingga ia merasakan langsung perubahan dan kebijakan yang dijalankan.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Harun berbagi kisah perjalanan hidup dan pendidikannya yang dilalui dengan berbagai keterbatasan. Ia menegaskan bahwa latar belakang keluarga sederhana bukanlah penghalang untuk meraih masa depan, selama seseorang memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas.
“Kita boleh berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tetapi tidak boleh kehilangan arah tujuan hidup,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa prinsip utama yang selalu ia pegang dalam menjalani kehidupan adalah tidak durhaka kepada orang tua. Menurutnya, nasihat orang tua—selama mengarah pada kebaikan—merupakan pedoman hidup yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Andi Harun mengenang pesan sang ayah yang menyebut bahwa pendidikan adalah satu-satunya warisan terbaik yang dapat diberikan kepada anak. Pesan itulah yang mendorongnya untuk tetap bersekolah meski harus hidup dalam keterbatasan, termasuk berjalan kaki demi menyelesaikan pendidikan menengah.
Saat menempuh bangku kuliah, kondisi ekonomi yang sulit mengharuskannya bekerja serabutan. Namun, ia menegaskan bahwa fokus, ketekunan, serta kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif menjadi kunci untuk bertahan dan terus berkembang.
Berbicara tentang kepemimpinan, Andi Harun menekankan bahwa jabatan bukanlah simbol kehormatan, melainkan amanah dan tanggung jawab besar. Seorang pemimpin, menurutnya, harus memiliki kejujuran, keberanian mengakui kesalahan, serta komitmen untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kepemimpinan itu bukan soal jabatan, tetapi soal tanggung jawab dan kemanfaatan,” tegasnya.
Dalam konteks pemerintahan, ia mengibaratkan memimpin kota seperti mengendalikan pesawat dengan dua mesin, yakni mesin pemerintah dan mesin swasta. Pemerintah berperan menyiapkan regulasi yang adil, perizinan yang cepat, serta infrastruktur yang memadai, sementara masyarakat dan dunia usaha menjadi penggerak utama pertumbuhan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga Kota Samarinda tetap kondusif dan terus berkembang.
Menutup wawancara, Andi Harun berpesan kepada generasi muda agar menanamkan tiga nilai utama dalam kehidupan, yakni nilai spiritual sebagai fondasi moral, karakter diri yang kuat, serta nilai kemanfaatan bagi sesama. Menurutnya, jabatan akan datang dan pergi, namun jejak kebaikan yang ditinggalkan melalui pengabdian dan manfaat bagi masyarakat akan selalu dikenang.
(YAS/DON/KMF-SMR | Foto: TOM/DOKPIM)