Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota ini menjadi ajang silaturahmi perdana Kepala BBPOM Samarinda yang baru, Agung Kurniawan, ST, setelah resmi menjabat sejak September 2025 lalu. Sebelumnya, Agung merupakan Kepala Bagian Tata Usaha di BBPOM Manado.
Wali Kota Andi Harun menyambut baik kunjungan tersebut. Ia hadir bersama Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparudin, S.Sos., Kepala Dinas Perdagangan Dr. Hj. Nurrahmani, S.Sos., M.AP beserta Kabid Perdagangan Dalam Negeri Eka Agustina, SH,
M.Si., serta Kabag Ekonomi Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, S.STP.,
M.Si.
Sementara itu, Agung Kurniawan memimpin langsung jajaran BBPOM Samarinda. Dalam audiensi, ia menegaskan pentingnya koordinasi antara kedua lembaga, khususnya dalam pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penggunaan antibiotik, serta pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pangan ke depan.
Menurut Agung, peningkatan pengawasan perlu dilakukan secara lebih terstruktur, mengingat Samarinda merupakan pusat aktivitas perdagangan dan konsumsi terbesar di Kaltim.
Wali Kota Andi Harun menyambut baik komitmen tersebut dan menekankan bahwa isu keamanan pangan saat ini semakin krusial. Terlebih dengan bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program nasional yang menjadi mandat Presiden Prabowo Subianto.
“Samarinda merupakan daerah pertama di Kaltim yang membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG. Dengan jumlah siswa mencapai 135.000, satu dapur bisa menangani hampir 3.000 siswa. Ini bukan pekerjaan mudah. Ketersediaan bahan baku juga harus terjamin setiap hari, sementara sebagian besar pasokan berasal dari luar daerah,” tegas Wali Kota.
Andi Harun menambahkan, aspek kesehatan dan keamanan makanan bagi anak sekolah harus menjadi perhatian bersama. Ia bahkan menyoroti detail kecil dalam penyajian menu.
“Saya bahkan sempat mengingatkan agar buah pendamping tidak menggunakan pisang karena tinggi karbohidrat. Harus diganti dengan buah lain agar gizinya seimbang,” ucapnya.
Terkait penyalahgunaan antibiotik, Wali Kota memastikan pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran resmi dalam pekan ini. Sedangkan untuk pembinaan UMKM, Pemkot dan BBPOM sepakat memperkuat koordinasi agar produk lokal semakin memenuhi standar mutu dan keamanan.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga keamanan pangan, meningkatkan perlindungan konsumen, dan memperluas ruang pembinaan bagi UMKM di Samarinda. (HER/KMF-SMR | FOTO: BAYU/DOKPIM)