SAMARINDA, KOMINFONEWS — Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terakhir Pemerintah Kota Samarinda tahun 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Samarinda, Senin (23/12/2025).
Rakor tersebut menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Samarinda sepanjang tahun 2025, sekaligus menjadi pijakan awal dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pada tahun 2026.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri SE MSi, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Ir H Hero Mardanus Satyawan MT, Plt. Asisten I Asli Nuryadin, Asisten II Marnabas, Asisten III Ali Fitri Noor, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Samarinda, para camat dan lurah se-Kota Samarinda, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda Syaparuddin, serta jajaran pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Samarinda.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa rakor ini merupakan rakor terakhir di tahun 2025 yang bertujuan memastikan seluruh program dan kegiatan telah berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.
Selain itu, lanjutnya rakor ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai kelemahan dan kekurangan yang masih ditemukan dalam pelaksanaan pembangunan.
“Rakor hari ini adalah rakor terakhir di tahun 2025 untuk memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan sepanjang tahun. Kita ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai target, dan berbagai kelemahan yang masih ada harus kita evaluasi secara bersama-sama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Harun menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kota Samarinda akan menghadapi kondisi yang tidak normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih efisien, melalui penghematan serta belanja yang selektif dan berbasis prioritas, tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita akan menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu, penghematan dan belanja prioritas menjadi sebuah keharusan. Namun demikian, pelayanan publik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat harus tetap berjalan,” ujarnya.
Andi Harun juga mengajak seluruh jajaran Pemkot Samarinda untuk tetap solid dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, serta memastikan pelayanan publik tetap optimal meskipun berada di tengah keterbatasan.
“Yang paling utama adalah kita tetap memprioritaskan sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Hal ini tidak boleh terganggu dalam kondisi apa pun,” pungkasnya.
Melalui rakor ini, diharapkan seluruh perangkat daerah memiliki kesamaan visi dan langkah dalam menyusun perencanaan serta pelaksanaan program pembangunan Kota Samarinda tahun 2026 agar tetap efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
(Eko/Don/kmf-smr | Foto: Muhajir/Dokpim)