BALIKPAPAN, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menghadiri Launching Zona Pick Up dan Drop Off Layanan Angkutan Perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra) serta Layanan Angkutan Antarmoda Balikpapan–IKN di Pelabuhan Semayang dan Plaza Balikpapan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan Kick Off Normalisasi dan Penyesuaian Dimensi Kendaraan Bermotor di Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya mendukung program Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) Tahun 2027.
Dalam sambutannya, Saefuddin menegaskan bahwa transportasi merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi pelayanan publik sangat bergantung pada tersedianya sistem transportasi yang terintegrasi dan dapat diandalkan.
“Transportasi publik harus benar-benar hadir sebagai layanan publik yang dapat diandalkan, mudah dijangkau, memiliki jadwal dan rute yang jelas, aman, nyaman, terjangkau, serta mampu menghubungkan berbagai kawasan secara efektif,” ujarnya.
Ia menyampaikan, peluncuran Bacitra, pengembangan angkutan antarmoda Balikpapan–IKN, serta penetapan zona pick up dan drop off merupakan langkah konkret untuk menciptakan keteraturan pergerakan orang dan kendaraan.
Saefuddin juga mengajak seluruh pengguna transportasi untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Menurutnya, pengemudi, operator, penumpang, maupun masyarakat umum memiliki tanggung jawab dalam menciptakan sistem transportasi yang tertib dan aman.
Lebih lanjut, ia menilai konektivitas Balikpapan, Samarinda, IKN, serta kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur tidak hanya dipandang sebagai hubungan antarkota. Konektivitas tersebut harus menjadi bagian dari ekosistem transportasi regional yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara. Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki peran penting sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, jasa, dan aktivitas ekonomi regional,” jelasnya.
Ia berharap layanan angkutan antarmoda Balikpapan–IKN dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, aparatur pemerintahan, pekerja, pelaku usaha, wisatawan, maupun masyarakat yang melakukan perjalanan antarwilayah.
“Pemerintah Kota Samarinda siap mendukung berbagai upaya peningkatan konektivitas dan integrasi transportasi di Kalimantan Timur,” tegas Saefuddin.
DORONG KALTIM MENUJU ZERO ODOL
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin turut menyoroti pelaksanaan Kick Off Normalisasi dan Penyesuaian Dimensi Kendaraan Bermotor di Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menyebut program tersebut memiliki arti penting dalam meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan keberlanjutan sistem transportasi jalan, khususnya dalam mendukung target Zero ODOL Tahun 2027.
Menurutnya, kendaraan dengan dimensi berlebih maupun muatan yang melebihi ketentuan dapat mempercepat kerusakan jalan, meningkatkan risiko kecelakaan, menghambat arus lalu lintas, serta menambah beban pemeliharaan infrastruktur.
“Penanganan ODOL bukan semata-mata persoalan penindakan terhadap kendaraan. Penanganan ODOL juga menyangkut pembenahan tata kelola logistik, kepatuhan pelaku usaha, kesesuaian desain kendaraan, proses pemuatan barang, pengawasan di lapangan, serta konsistensi penerapan regulasi,” katanya.
Karena itu, ia menekankan bahwa upaya menuju Zero ODOL perlu dilaksanakan secara bertahap, terukur, adil, dan konsisten dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
PENGEMBANGAN TRANSPORTASI MASSAL TERUS DILAKUKAN
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan.
Dalam sambutannya, Aan Suhanan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mencakup peluncuran zona pick up dan drop off Bacitra serta layanan angkutan antarmoda Balikpapan–IKN.
Ia menekankan bahwa pengembangan transportasi massal harus diarahkan untuk semakin memudahkan masyarakat menjangkau berbagai pusat aktivitas, mulai dari sentra ekonomi, pendidikan, sosial, hingga budaya.
Menurutnya, pengembangan koridor dan halte akan terus dilakukan guna meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan transportasi publik. Sementara itu, layanan Buy The Service (BTS) yang akan berakhir pada 2027 nantinya akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.
Melalui peluncuran layanan dan kick off tersebut, diharapkan konektivitas transportasi di Kalimantan Timur semakin kuat, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pembangunan kawasan Balikpapan–Samarinda–IKN.
Pemerintah Kota Samarinda juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya transportasi Kalimantan Timur yang aman, tertib, lancar, terjangkau, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara. (ARI/ASYA/KMF-DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit