SAMARINDA.KOMINFONEWS — Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun memberikan pembekalan Revolusi Mental dengan mengupas lebih banyak secara aplikatif dan sedikit teori gagasan Presiden RI pertama Soekarno alias Bung Karno serta mengaitkan pesan-pesan moral Presiden RI saat ini Prabowo Subianto bagi pemuda/pelajar.
Hal ini disampaikan Wali Kota Samarinda dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Samarinda tahun 2025 di Five Premiere Hotel, Kamis (17/7/2025).
“Istilah atau penyebutan revolusi mental itu pertama kali dicetuskan oleh Bung Karno,
atau Presiden Republik Indonesia, tepatnya pada tahun 1957. Dalam kutipannya yang terkenal, Bung Karno mengatakan bahwa revolusi mental adalah gerakan menggembleng manusia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang Rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala,” urai Andi Harun seraya menyebutkan sosok pria bertubuh tinggi tegap inipun mantan paskibraka semasa bersekolah dulu.
Wali Kota Samarinda dua periode ini menegaskan bahwa revolusi mental bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari perubahan pola pikir dan sikap individu, terutama generasi muda. Ia kemudian mengulas lebih dalam makna “menggembleng manusia menjadi manusia baru” sebagaimana disampaikan Bung Karno.
“Saya ulangi kembali, Presiden Soekarno mengatakan bahwa revolusi mental adalah gerakan untuk menggembleng manusia agar menjadi manusia baru,” tegas Andi Harun.
Ia menjelaskan, sebelum menjalani proses seleksi dan pendidikan Paskibraka yang dimulai sejak 21 Juni 2025, para peserta adalah pribadi-pribadi dengan kebiasaan lama—yang mungkin belum disiplin, belum terlatih dalam baris-berbaris, belum terbiasa bangun pagi, tertib makan, menjaga ibadah, atau peduli terhadap lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya.
“Itu adalah diri kalian yang lama. Tapi sejak 21 Juni, kalian mulai ditempa, digembleng. Kalian bukan lagi manusia yang sama. Kalian sedang menjelma menjadi manusia baru,” ujarnya penuh semangat.
Andi Harun menekankan, menjadi manusia baru bukan hanya soal fisik yang terlatih, tetapi juga karakter yang terbentuk. Karena itu, ia berpesan agar para peserta tidak kembali menjadi “manusia lama” setelah menjalani peran sebagai Paskibraka.
“Jangan sampai setelah menjadi Paskibraka, kalian kembali ke kebiasaan lama. Kalian telah mendapatkan pendidikan revolusi mental. Maka hari ini, dan seterusnya, teruslah menjadi manusia baru—yang lebih disiplin, lebih bertanggung jawab, dan mencintai tanah air,” tegasnya.
Kemudian, Andi Harun juga mengaitkan pembekalan revolusi mental ini dengan pesan moral dari Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto. Salah satu pesan kuat yang disampaikan Prabowo kepada generasi muda adalah agar jangan pernah takut bermimpi.
“You have a dream,” kutip Andi Harun. “Mimpilah setinggi-tingginya, selama mimpi itu berasal dari kehendak hati yang tulus dan diiringi dengan semangat belajar serta kerja keras untuk menggapainya.”
Ia melanjutkan dengan menyinggung kekaguman Prabowo terhadap Bung Karno, yang menjadi inspirasi dalam banyak aspek kehidupan dan perjuangan politiknya.
“Pak Prabowo adalah salah satu pengagum berat Bung Karno,” ungkapnya. “Saya pernah berkunjung ke berbagai tempat beliau, baik di rumah pribadinya di Hambalang, kantor-kantornya, rumah masa kecilnya di Kertanegara, bahkan saat beliau menjabat Menteri Pertahanan hingga kini di Istana Merdeka—semua tempat itu pasti ada lukisan Bung Karno.”
Andi Harun menekankan, semangat Bung Karno yang menyala-nyala itu juga hidup dalam diri Prabowo. Ia mencontohkan bagaimana Prabowo harus mengalami kegagalan tiga kali dalam pemilihan presiden, namun tidak pernah menyerah. Justru dengan semangat elang rajawali, hati yang putih, dan jiwa api yang menyala-nyala, Prabowo bangkit dan akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pada upaya keempatnya.
“Itulah kekuatan revolusi mental yang sejati. Tidak menyerah, tidak mengeluh, terus bermimpi, dan bekerja keras untuk bangsa,” ujar Andi Harun.
Pesan terakhir yang ditekankan Wali Kota adalah agar para pelajar dan Paskibraka meneladani keteladanan tersebut—baik dari Bung Karno maupun Prabowo Subianto—dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi penerus bangsa.
“Kalian harus terus bermimpi, berjuang, dan tidak mudah menyerah. Karena bangsa ini membutuhkan manusia-manusia baru yang punya semangat seperti api yang tak kunjung padam,” pungkasnya.(DON/KMF-SMR.Foto: Muhajir Dokpim)