SAMARINDA. KOMINFONEWS — Beragam ekspresi anak-anak PAUD mewarnai perayaan Gebyar Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat kota Samarinda di Lapangan GOR Segiri, Rabu (17/9/2025). Ribuan anak tampil percaya diri baik saat dipanggung maupun selama kegiatan berlangsung dengan berbagai ekspresi dan talenta, didampingi orang tua, guru, dan pendidik, menjadikan perayaan ini penuh warna dan hangat.
Kegiatan yang diprakarsai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Samarinda bersama Pemerintah Kota Samarinda ini diikuti sekitar 4.500 peserta. Mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, Gebyar HAN tahun 2025 bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak di Kota Tepian.
Turut hadir Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun; Bunda PAUD Kota Samarinda, Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun; Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda, Elly Luchritia Nova Saefuddin Zuhri; Kepala IGTKI Kota Samarinda; kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Samarinda; Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan; serta para guru pendamping Taman Kanak-kanak se-Kota Samarinda.
Tahun ini, seluruh peserta tampil anggun mengenakan busana adat Sulawesi. Warna-warni cerah baju bodo dan adat Sulawesi lainnya memperindah suasana sekaligus menghadirkan nuansa budaya Nusantara di tengah perayaan.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun menegaskan bahwa anak usia dini adalah fondasi bangsa. Tema yang diusung dinilainya sejalan dengan upaya mempersiapkan generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Ia menambahkan, pemilihan tema adat Sulawesi merupakan bagian dari tradisi Gebyar HAN Samarinda yang selalu mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
“Setiap perayaan selalu kami kemas dengan nuansa Nusantara. Pada 2023, kita menampilkan pakaian adat dari seluruh Indonesia. Tahun 2024, mengangkat adat Kalimantan. Dan tahun ini, kita hadirkan baju khas Sulawesi, salah satunya baju bodo, sebagai wujud kecintaan terhadap budaya bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menekankan bahwa PAUD bukan hanya tempat belajar, tetapi juga kunci pembangunan karakter.
Ia mengingatkan kembali Perwali Nomor 64 Tahun 2023 tentang pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat melahirkan generasi Samarinda yang cerdas, tangguh dan berkarakter. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Sukses Berkelanjutan untuk Samarinda Maju!,” ujarnya.
Sejak awal, suasana acara dipenuhi keceriaan. Anak-anak PAUD tampil percaya diri dengan mempersembahkan sholawat, hafalan surat pendek, tari kreasi, pembacaan puisi, hingga fashion show. Beragam ekspresi polos dan ceria mereka mengundang senyum penonton, menambah kehangatan suasana. Riuh tepuk tangan semakin menyemarakkan acara, apalagi dengan adanya doorprize menarik yang membuat anak-anak, guru, dan orang tua kian antusias.
Sebagai penutup, seluruh peserta larut dalam tarian massal Angin Mamiri dan Sipatokaan yang dibawakan secara kolaboratif, menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan di Lapangan GOR Segiri.(DON/LIN.Foto:Muhajir Dokpim)