SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, tampil berbeda dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Jami Baabul Jannah, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Senin (8/9/2025) malam. Tidak sekadar hadir memberi sambutan, orang nomor satu di Kota Tepian itu justru dipercaya menyampaikan ceramah hikmah Maulid Nabi atas permintaan pengurus masjid.
Dalam tausiyahnya, Andi Harun menegaskan bahwa karunia terbesar yang Allah berikan kepada umat manusia adalah hadirnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.
“Karunia dan rahmat Allah yang pernah kita rasakan, yang pernah kita dengar, yang pernah kita lihat adalah hadirnya, diutusnya, dan diberikannya kita Nabi, bernama Nabi Muhammad SAW,” ucapnya di hadapan jamaah.
Ia kemudian mengisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah. Tahun itu disebut demikian karena pada masa tersebut Ka’bah hendak dihancurkan oleh pasukan bergajah pimpinan Abraha dari Yaman (di bawah kekuasaan Kerajaan Habasyah/Ethiopia). Namun Allah membinasakan pasukan itu dengan mengutus burung Ababil, sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Fil.
Selain itu, Andi Harun juga menyinggung sejarah negeri Yaman yang dahulu memiliki dua kebun sangat subur. Sayangnya, penduduknya menganggap kesuburan itu murni hasil kerja keras dan kepintaran mereka, tanpa mengakui karunia Allah. Kesombongan itu berujung pada turunnya hukuman hingga kebun mereka binasa.
“Padahal semua rezeki apapun, kebaikan yang kita dapatkan bukan karena kerja keras kita asalnya. Dia hanya menjadi jembatan. Sumbernya tetap dari Allah SWT. Dan kenapa kita diberi? Karena Allah mencintai kekasih-Nya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Maka umat di bumi wajib mencintai kekasih Allah,” jelasnya.
Andi Harun menekankan, kecintaan kepada Allah tidak berhenti pada mahabbatullah (cinta kepada Allah), tetapi harus diwujudkan juga dalam mahabbatur Rasul (cinta kepada Rasulullah SAW), karena Rasul adalah yang paling dicintai Allah.
“Kalau Allah saja menjadikan Nabi Muhammad kekasih-Nya, maka dengan momentum Maulid ini, mudah-mudahan semakin tinggi cinta kita, dan hati kita dipenuhi rasa mahabbah kepada Rasulullah SAW. Apa yang ulun (saya dalam bahasa Banjar, red) sampaikan malam ini pun, tak lain sebagaimana yang ulun pelajari dari guru-guru ulun. Jadi ulun hanya menyampaikan ulang,” tutur Andi Harun.
Dalam peringatan Maulid yang dihadiri ratusan jamaah tersebut, gema shalawat terus berkumandang, menambah suasana semakin khidmat dan syahdu, seakan menyatu dengan semangat cinta Rasul yang dirasakan jamaah malam itu. (DON/KMF-SMR. Foto: Kris/Dokpim)