Malam di Grand Ballroom Aston Hotel Samarinda, Sabtu (18/10/2025), terasa istimewa. Sorot lampu yang berpendar lembut, iringan musik tradisional sappe’, serta tepuk tangan meriah dari para penonton menyatu dalam suasana penuh semangat. Sebanyak 30 finalis tampil dengan percaya diri pada ajang Grand Final Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kota Samarinda Tahun 2025, sebuah perhelatan yang menjadi kebanggaan bagi generasi muda Kota Tepian.
Kegiatan tahunan yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga wadah bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas, potensi, dan kecintaan mereka terhadap pariwisata serta ekonomi kreatif daerah.
Sebelum tampil di panggung megah malam itu, para finalis telah mengikuti masa karantina pada 6–8 Oktober 2025. Selama proses tersebut, mereka mendapat pembekalan kepribadian, pelatihan komunikasi, dan pendalaman wawasan tentang budaya serta pariwisata lokal.
Dalam sambutan Wali Kota Samarinda yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, H. Hero Mardanus Satyawan, disampaikan pesan penting mengenai peran strategis generasi muda dalam membangun wajah baru pariwisata daerah di era digital.
“Anak muda hari ini bukan hanya menjadi ikon wisata, tetapi juga agen perubahan digital. Di era modern, pariwisata tidak bisa lagi berjalan konvensional. Harus bertransformasi menjadi ekosistem kreatif yang memadukan teknologi, kreativitas, dan interaktivitas untuk menghadirkan pengalaman wisata yang menarik dan inklusif,” ujar Sekda.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengetahuan budaya lokal dan keterampilan komunikasi modern agar promosi pariwisata Samarinda dapat tersampaikan secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya percaya, Duta Wisata dan Putri Pariwisata 2025 akan menjadi pelopor inovasi yang mampu menjembatani tradisi dan teknologi, serta memperkuat posisi Samarinda sebagai destinasi unggulan di Indonesia Timur,” tambahnya dengan optimisme.
Sementara itu, Sekretaris Disporapar Kota Samarinda, Andy Arifien, yang hadir mewakili Kepala Disporapar, menuturkan bahwa ajang ini menjadi salah satu langkah nyata dalam pengembangan sumber daya manusia muda di bidang komunikasi dan pemasaran pariwisata, sekaligus upaya pelestarian budaya daerah.