SAMARINDA. KOMINFONEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Ir. H. Hero Mardanus Satyawan, M.T menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam membangun sistem kependudukan yang kuat dan akurat. Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Kependudukan bertajuk 'ASN Peduli Kependudukan' yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda di Yellow Hotel, Kamis (13/11/2025) pagi.
Kegiatan ini diikuti perwakilan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dengan menghadirkan narasumber dari Puslatbang KDOD LAN RI Kaltim, Dr. Fajar Iswahyudi, serta Sekretaris BKKBN Perwakilan Kaltim, Al Khafid Hidayat.
Dalam sambutannya, Sekda Hero Mardanus menegaskan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah untuk menyukseskan pembangunan kependudukan jangka panjang di Kota Samarinda.
“Pertemuan ini bukan sekadar forum, tapi langkah nyata untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan tindak lanjut menuju penduduk tumbuh seimbang dan pembangunan berbasis data akurat,” tegas Hero.
Ia menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui DPPKB terus mendorong program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) sebagai bagian dari strategi menuju keluarga berkualitas dan sejahtera.
Hero mengingatkan, ASN merupakan penggerak sistem pemerintahan yang akan menentukan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, ASN perlu dibekali pemahaman mendalam tentang kependudukan sekaligus mengamalkan core values ASN BerAKHLAK.
“Dengan pemahaman yang baik tentang data kependudukan, program pembangunan bisa lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap ASN mampu menjadi role model keluarga berkualitas, komunikator kebijakan kependudukan, dan kontributor data pembangunan di lingkungan kerja masing-masing.
Sementara dalam laporannya, Kepala DPPKB Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani,
M.Si menekankan bahwa data kependudukan merupakan pondasi utama perencanaan pembangunan, baik nasional maupun daerah.
“Keakuratan data menentukan ketepatan sasaran program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial,” ujarnya. (EKO/HERZ/KMF-SMR | FOTO: BAYU/DOKPIM)