SAMARINDA.KOMINFONEWS-Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Samarinda menggelar audiensi dengan Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun, Selasa (28/7/2026) sore, di Gedung Balai Kota. Pertemuan ini membahas persiapan peringatan HUT ke-33 sekolah yang berlokasi di Jalan Poros Samarinda-Bontang tersebut.
Kepala SMPN 19 Hidayat Sapari mengungkapkan, sekolah yang kini berdiri di dekat Bandara APT Pranoto, Kelurahan Sungai Siring, itu belum pernah menggelar kegiatan besar yang melibatkan masyarakat luas sejak relokasi satu dekade lalu.
“Sudah 10 tahun kami pindah ke sini, tapi belum pernah melaksanakan kegiatan besar yang melibatkan masyarakat luas. Karena itu kami ingin mengekspos sekolah lewat penyelenggaraan HUT ke-33 ini,” ujarnya.
Hidayat mengakui, jumlah siswa baru di sekolahnya terus berkurang setiap tahun. Salah satu penyebabnya, kata dia, minimnya eksposur SMPN 19 di kalangan masyarakat sekitar.
Untuk itu, momentum HUT sekolah akan dimanfaatkan untuk mengundang sejumlah SD di sekitar wilayah, termasuk SDN 005 Muara Badak yang berada di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), agar lebih mengenal dan mempertimbangkan SMPN 19 sebagai pilihan sekolah lanjutan.
“Untuk saat ini kualitas gedung sekolah kami sudah bisa bersaing dengan SMP yang ada di Kukar di kawasan yang sama,” tegasnya.
Puncak perayaan HUT direncanakan berlangsung pada 15 Agustus mendatang dengan mengundang sekitar 400 orang tua murid. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari lomba tradisional, lomba pengetahuan seperti cerdas cermat, e-sport, hingga lomba seni. Mengingat sebagian warga sekitar merupakan komunitas Dayak, panitia turut menyiapkan lomba tari dan menyanyi khas daerah. Total kebutuhan anggaran untuk seluruh rangkaian kegiatan diperkirakan mencapai Rp38 juta.
Menanggapi undangan tersebut, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun menyambut baik rencana kegiatan dan menyatakan kesediaannya hadir di puncak acara.
“Kalau acara, insyaallah saya hadir, kalau tidak sedang keluar kota,” katanya.
Wali Kota juga menyoroti penurunan minat siswa baru di SMPN 19. Ia meminta pihak sekolah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap penyebabnya, mulai dari faktor demografi, persaingan antarsekolah, hingga citra dan kualitas sekolah.
“Pertama, apakah jumlah lulusan SD di sekitar memang menurun. Kepala sekolah harus punya data jangkauan SD di sekitar, lalu lakukan tur promosi ke sana,” jelasnya.
Ia menekankan, meski SMPN 19 tidak memiliki program pembagian seragam atau sepeda seperti sekolah lain, keunggulan fisik bangunan sekolah bisa menjadi nilai jual tersendiri.
“Memang kita tidak ada program bagi seragam dan sepeda, tapi kita unggul di kualitas fisik sekolah yang sudah lebih baik. Dan ini nilai jualnya,” kata Wali Kota.
Faktor kedua yang perlu dipetakan, lanjut Wali Kota, adalah persaingan dengan sekolah lain seperti SMPN 8 di zona Kukar. Sekolah perlu mengetahui secara pasti apakah siswa lebih banyak memilih SMPN 8 karena faktor promosi, jarak domisili, atau sebab lain.
“Bisa jadi rumah warga lebih dekat ke SMPN 8 Badak daripada ke SMPN 19. Ini berarti soal domisili, tapi pemetaannya harus berdasarkan data,” pintanya.
Faktor ketiga, kata dia, adalah citra dan kualitas sekolah yang tecermin dari prestasi akademik maupun non-akademik. Data prestasi ini penting sebagai bahan strategi kampanye sekolah.
Menurut Andi Harun, hal paling mendasar yang disukai orang tua adalah kedisiplinan, kebersihan, dan keamanan sekolah. Ia bahkan mengaku memiliki kebiasaan khusus saat mengunjungi sekolah.
“Saya biasa kalau masuk sekolah, yang pertama kali saya kunjungi toilet. Karena saya menguji kepala sekolah dari kebersihan toilet,” ungkapnya disambut tawa peserta audiensi.
Ia menilai, kualitas sekolah yang terjaga akan menjadi pembeda dengan sendirinya, sehingga menarik minat orang tua tanpa perlu promosi berlebihan. Wali Kota yang pernah menjadi guru di MTs Sulaiman Yassin ini pun menyarankan agar kepala sekolah dan guru terus mencari praktik-praktik baik dari sekolah lain.
“Tolong wujudkan SMPN 19 jadi sekolah yang hebat, karena sekolah hebat akan mendatangkan fasilitas yang mumpuni dengan sendirinya. Untuk itu, kepala sekolah dan guru penting untuk terus berinovasi,” pungkasnya.(FER/KMF-SMR| FOTO.TOM-DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit