Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Ir. Hero Mardanus Satyawan, MT, yang hadir mewakili Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun. Ia didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, H. Ananta Fathurrozi, S.Sos.,
M.Si.
Dalam sambutannya, Sekda Hero Mardanus menyampaikan apresiasi atas dukungan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) serta Kementerian PPN/Bappenas dalam proses penyusunan strategi pengembangan Kota Samarinda melalui program ICP.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan BPIW serta Bappenas. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan transformasi perkotaan yang berkelanjutan di Kota Samarinda,” ujar Hero.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pembangunan kota dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Sekda juga menyoroti pentingnya reviu strategi pengembangan kota dan penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai dasar perencanaan jangka panjang.
Lebih lanjut, Hero menyampaikan bahwa dalam forum ini akan dibahas sejumlah capaian kerja ICP. Di antaranya rumusan kebijakan dan strategi pengembangan kota (visi, misi, dan program), penetapan IKU untuk pembangunan perkotaan, reviu kawasan prioritas dan konsep kawasan percontohan (pilot area), penguatan konsep kota cerdas dan berkelanjutan, serta pembahasan rencana basic design kawasan terpilih.
Sekda juga memaparkan berbagai isu pembangunan yang menjadi perhatian Wali Kota Samarinda. Antara lain penanganan banjir yang masih menghadapi tantangan di Kecamatan Samarinda Utara akibat sedimentasi di Waduk Lempake/Benanga.
“Sedimentasi ini dipicu oleh aktivitas tambang di sekitar Kabupaten Kutai Kartanegara yang berdampak pada tampungan waduk. Karena itu, kami menilai perlu adanya penanganan lintas wilayah,” jelasnya.
Selain itu, strategi ICP juga diharapkan dapat membantu reviu masterplan transportasi publik, mengingat keterbatasan anggaran daerah. Konsep ICP juga menyoroti kebutuhan ruang parkir di kawasan strategis seperti Citra Niaga, Waterfront Mahakam, dan Kawasan Selili, serta penataan Kawasan Pecinan yang tetap mempertahankan nilai budaya dan estetika kota.
Sekda Hero menutup arahannya dengan harapan agar hasil kajian dan kesepakatan dalam rapat ini dapat segera diimplementasikan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Kami berharap hasil kajian ICP ini dapat menjadi dasar proposal untuk diimplementasikan melalui skema creative financing. Pemerintah Kota Samarinda siap berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan kota yang maju, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah I BPIW, Benny Hermawan, ST,
M.Sc menyampaikan bahwa Samarinda merupakan salah satu dari 10 kota di Indonesia yang menjadi fokus pengembangan ICP.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan masukan dari Bapak Wali Kota Samarinda yang sangat rinci dan konstruktif. Hari ini kita melanjutkan diskusi untuk memastikan penyepakatan strategi sebelum masuk ke tahap berikutnya,” ujar Benny.
Menurut dia, transformasi kota memerlukan waktu dan komitmen bersama. Melalui program ICP, BPIW mendorong penyusunan dokumen perencanaan yang matang, termasuk Pra-FS (pra-feasibility study), basic design, dan rencana pembiayaan kreatif (creative financing) yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta.
“FGD ini bukan hanya untuk menuntaskan desain, tetapi juga menghitung kembali kontribusi manfaat transformasi kota 20 tahun mendatang. Kita ingin Samarinda menjadi kota yang berkelanjutan, bermartabat, dan menyenangkan untuk ditinggali,” tambahnya. (HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)