SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor, penguatan koordinasi, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan menyangkut kualitas generasi penerus bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan Saefuddin saat membuka Rapat Percepatan Penurunan Stunting (RPPS) Kota Samarinda di Ballroom Arutala Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, San Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Jalan Dahlia, Kamis (2/7/2026) siang.
Dalam arahannya, Wali Saefuddin menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka stunting tidak dapat mengandalkan satu program ataupun satu perangkat daerah. Seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama dengan memanfaatkan data yang terintegrasi, agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran.
"Jangan puas dulu. Masih banyak anak-anak yang mengalami stunting. Kita harus bergandengan tangan, memperkuat koordinasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kalau setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red) berjalan sendiri-sendiri, sampai kapan pun persoalan ini tidak akan selesai," tegasnya.
Saefuddin menjelaskan, berdasarkan data terbaru, jumlah kasus stunting di Samarinda menunjukkan tren penurunan dari sekitar 21.540 kasus pada 2024 menjadi 20.659 kasus pada 2025. Meski demikian, capaian tersebut belum cukup, karena masih banyak anak yang membutuhkan perhatian dan intervensi berkelanjutan.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan memfokuskan berbagai program prioritas pada delapan kelurahan yang masih memiliki jumlah keluarga berisiko stunting cukup tinggi, yakni Kelurahan Sidodamai, Pasar Pagi, Baqa, Tenun, Loa Buah, Teluk Lerong Ilir, Sempaja Utara, dan Temindung Permai.
Menurut Saefuddin, intervensi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup peningkatan akses air bersih, sanitasi yang layak, serta penguatan pola pengasuhan anak. Seluruh program lintas sektor akan dioptimalkan agar penanganan berjalan lebih efektif dan berdampak nyata.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut tidak berhenti sebagai forum evaluasi semata, melainkan mampu melahirkan langkah-langkah strategis, inovatif, dan terukur, sekaligus menghapus ego sektoral di antara perangkat daerah.
"Mari kita perkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama agar setiap kebijakan yang kita ambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tutup Saefuddin.
Rapat Percepatan Penurunan Stunting ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen pemerintah dalam mewujudkan Samarinda Zero Stunting, sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat, unggul, dan berkualitas di masa depan. (NAJLA/VE/HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)