PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Berita

Samarinda Perkuat Gerakan Cegah Stunting

Berita    9 jam yang lalu   
WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md    16 Kali

Sumber Foto: Diskominfo Kota Samarinda

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting berbasis keluarga dan Posyandu. Langkah ini ditandai dengan peluncuran Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) serta Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN) di Posyandu Berkat Doa Ibu, Kelurahan Loa Buah, Sungai Kunjang, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda ini dihadiri Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM dan Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Samarinda Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun, serta unsur perangkat daerah, tenaga kesehatan, camat, lurah dan kader Posyandu.
Saefuddin Zuhri yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda itu menegaskan, stunting tidak semata-mata berkaitan dengan tinggi badan anak. Dampaknya menyangkut pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup anak di masa depan.
“Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Kesehatan gigi dan mulut juga penting, karena berpengaruh terhadap kemampuan anak makan dan memperoleh asupan gizi yang cukup,” ujar Saefuddin.
GARASI ANAK digagas Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda dengan mengintegrasikan edukasi dan layanan kesehatan gigi ke Posyandu. Program ini mencakup deteksi dini, edukasi, praktik menyikat gigi bersama, serta penguatan kapasitas kader.
Sementara GASAKKAN yang digagas Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda berfokus pada pendampingan ibu dan anak melalui edukasi ASI eksklusif, kesehatan reproduksi, pijat bayi gratis, dan pijat punggung bagi ibu hamil.
Saefuddin meminta orang tua membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Di antaranya menyikat gigi dua kali sehari, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, memenuhi gizi seimbang, memeriksakan kesehatan secara berkala, serta rutin membawa anak ke Posyandu.
“Jangan menunggu sampai anak merasakan sakit untuk memeriksakan gigi dan kesehatannya,” tegasnya.
Pada 2026, GARASI ANAK dan GASAKKAN menyasar delapan lokus stunting, yakni Kelurahan Tenun, Baqa, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai, dan Pasar Pagi.
Program tersebut mencakup 89 Posyandu dengan sasaran 2.790 balita dan 154 ibu hamil. Pelaksanaannya berlangsung September hingga Desember 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, Puskesmas, PDGI, IBI, kader PKK dan Posyandu, serta unsur terkait lainnya.
Kedua gerakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Samarinda Nomor 400.7/1855/100.19 tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Pencegahan Stunting di Kota Samarinda. Pemkot Samarinda menargetkan gerakan ini tidak berhenti pada seremoni. Intervensi diharapkan menjadi praktik rutin di Posyandu, sekaligus membangun kebiasaan keluarga dalam menjaga kesehatan, pemenuhan gizi, dan tumbuh kembang anak. (ZUL/HER/KMF-SMR | FOTO: BAY/JEF/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit
Mungkin gambar ‎satu orang atau lebih, mimbar dan ‎teks yang menyatakan '‎ور PEMERINTAH KOTA SAMARINDA Samarinda Perkuat Gerakan Cegah Stunting AKKAN REPRODUKSI NANPIJAT NPIJAT UNTUK UKB KEGIATAN GARASIANAK GERAKAN INTERVENSI SERENTAK PENCEGAHAN PENCEGAHANSTUNTNGOLKOTAS STUNTING DLKOTA SAMARINDA GARASI AKAN GKAT RSAMA KEKANAKAN IMUNISASIGION MUNISASI www.samarindakota.go.id‎'‎‎. Mungkin gambar mimbar dan teks yang menyatakan 'PEMERINTAH KOTA SAMARINDA ह्रषी Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat paya pencegahan dan percepatan penurunan stunting berbasis keluarga dan Posyandu. Langkah ini ditandai dengan peluncuran Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) serta Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN) di Posyandu Berkat Doa Ibu, Kelurahan Loa Buah, Sungai KunjangZ SCREE GERAKAN INTERVENSI SERENTAK PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA SAMARINDA GARAEI ANAK (GER MEMyWAT GI SAMA IBU ANAK) AN GASA GERAKAN SAY EKANAKAM GERA SEPT SN ហូត RESE 28 www.samarindakota.go.id'. Mungkin gambar satu orang atau lebih dan teks yang menyatakan 'PEMERINTAH KOTA SAMARINDA Saefuddin Zuhri yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda itu menegaskan, stunting tidak semata-mata berkaitan dengan tinggi badan anak. Dampaknya menyangkut pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup anak di masa depan. Aa3R ERGANG "www.samarindakota.go.id'. Mungkin gambar ‎satu orang atau lebih, mimbar dan ‎teks yang menyatakan '‎KEGIATAN GASAKKAN 3HHcHи KEHaaeKиR مس KOTA6AMARHCA EDUKASI ASI EKSKLUSIF EDUKASI KESEMATAN REPRODUKSI G LAYA GRAT ปกล่อ SERTIFIKAT Meekeniauk POSTANDU ·… f td GARASI ANAK digagas Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda dengan mengintegrasikan edukasi dan layanan kesehatan gigi ke Posyandu. Program ini mencakup deteksi dini, edukasi, praktik menyikat gigi bersama, serta penguatan kapasitas kader. Sementara GASAKKAN yang digagas Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda berfokus pada pendampingan ibu dan anak melalui edukasi ASI eksklusif, kesehatan reproduksi, pijat bayi gratis, dan pijat punggung bagi ibu hamil. www.samarindakota.go.id‎'‎‎. Mungkin gambar ‎satu orang atau lebih dan ‎teks yang menyatakan '‎فر קחייש PEMERINTAH KOTA SAMARINDA Saefuddin meminta orang tua membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Di antaranya menyikat gigi dua kali sehari, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, memenuhi gizi seimbang, memeriksakan kesehatan secara berkala, serta rutin membawa anak ke Posyandu. www.samarindakota.go.id‎'‎‎
 
 
 
 
 
 

Membagikan postingan


TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Telp: 0541-731489   Email: setda@samarindakota.go.id   Website: https://setda.samarindakota.go.id


2026