Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Ir. Hero Mardanus, MT mewakili Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, serta Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, A.Ks,
M.Si. Berikut para unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), penggiat lingkungan, khususnya pengelola bank sampah.
Dalam sambutannya, Sekda Hero Mardanus mengapresiasi para pengelola bank sampah yang dinilai tidak hanya melihat sampah sebagai persoalan, tetapi juga sebagai potensi ekonomi dan tanggung jawab bersama.
“Ini kelompok yang tidak hanya melihat sampah sebagai masalah, tapi sebagai potensi dan tanggung jawab bersama,” ujar Hero.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah merupakan bagian dari amanat Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menekankan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga Oktober 2025, Kota Samarinda telah memiliki puluhan bank sampah yang berperan besar dalam menekan jumlah sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tercatat 4,11 ton sampah per hari berhasil dikelola melalui sistem bank sampah di tahun 2025.
“Langkah kecil seperti memilah sampah ternyata memiliki efek besar bagi lingkungan kita. Para pengelola bank sampah ini adalah pahlawan lingkungan bagi masyarakat Samarinda,” tambahnya.
Hero juga mengajak seluruh warga untuk meneladani semangat para pengelola bank sampah yang telah berkontribusi besar terhadap kebersihan kota.
“Mari kita jadikan Samarinda sebagai kota yang bersih, hijau, dan sehat, demi masa depan anak-anak kita,” ajaknya.
Sementara Plt Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, A.Ks,
M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga Oktober 2025, terdapat 90 bank sampah aktif yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Samarinda.
“Setiap harinya, rata-rata 4,11 ton sampah berhasil dikelola. Jenis sampah terbanyak yang ditangani adalah sampah plastik, kaca, dan minyak jelantah,” jelas Suwarso.
Tahun ini terang dia, lomba bank sampah diikuti oleh 24 unit yang berasal dari 10 kecamatan dan 20 kelurahan. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan, laptop, serta timbangan digital untuk menunjang operasional dan pelaporan.
Selain penghargaan utama, pemerintah kota juga memberikan apresiasi khusus bagi bank sampah dengan pengelolaan sampah organik terbanyak, bank sampah dengan sampah terpilah terbanyak, serta kelurahan dan kecamatan pembina terbaik.
Menariknya, Suwarso menambahkan bahwa keberadaan bank sampah juga membawa manfaat sosial yang signifikan. Beberapa unit bank sampah bahkan mengembangkan layanan peminjaman dana tanpa bunga bagi nasabah, sehingga turut mencegah praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.
“Bank sampah tidak hanya membantu pengelolaan lingkungan, tapi juga memberdayakan masyarakat melalui ekonomi sirkular yang sehat dan mandiri,” ujar Suwarso.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perkembangan bank sampah di Kota Samarinda.
“Kepada para pemenang, teruslah konsisten menjaga semangat pengelolaan sampah meski tanpa penghargaan. Dan kepada yang belum menang, mari terus belajar untuk menjadi pemenang di masa mendatang,” tutupnya. (HER/KMF-SMR | FOTO: MUHAJIR/DOKPIM)