SAMARINDA, KOMINFONEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Ir. H. Hero Mardanus Satyawan, MT, secara resmi membuka Workshop Penyusunan Rencana Kontigensi Bencana Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Selasa (19/08/2025) di Princess Petung Meeting Room Lantai 2 Hotel Grand Verona, Jalan S. Parman Samarinda.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, lembaga kemanusiaan, serta dunia usaha. Tampak hadir antara lain dari Kodim 0901 Samarinda, Polresta Samarinda, BPBD, DAMKAR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PUPR, Satpol PP, Perkim, Dishub, Diskominfo, DLH, Disdikbud, PLN, Perumdam Tirta Kencana, BMKG Samarinda, Basarnas, PMI, Bagian Tapem, Bagian Kesra, serta jajaran bidang di lingkungan BPBD Kota Samarinda.
Dalam sambutannya mewakili Wali Kota, Sekda menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kita bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian penyusunan dokumen Rencana Kontigensi Bencana Tahun 2025. Saya berharap hasilnya dapat menjadi masukan penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah,” ujarnya.
Hero menekankan bahwa bencana akibat cuaca ekstrem menjadi salah satu prioritas penanganan di Kota Samarinda saat ini. “Keselamatan warga adalah prioritas utama, sehingga penanganan bencana harus dilakukan sebaik mungkin, dengan langkah yang terencana, terpadu, dan terstruktur melalui kerjasama pemerintah dan masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak akan mempermudah koordinasi antar-OPD, organisasi, relawan, serta unsur-unsur masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap dokumen Rencana Kontigensi Bencana Tahun 2025 dapat bermanfaat bagi seluruh pihak, khususnya warga Kota Samarinda.
Sementara itu, Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Dr. Ir. Agus Wibowo,
M.Sc, yang turut memberikan arahan secara daring, menyambut baik pelaksanaan workshop ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Samarinda terhadap penanganan bencana. “Kegiatan ini menunjukkan keseriusan Pemkot Samarinda dalam melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari OPD, NGO, lembaga kemanusiaan, hingga dunia usaha,” ucapnya.
Agus juga menekankan pentingnya sosialisasi dan peningkatan kapasitas melalui pelatihan, serta dukungan regulasi resmi seperti Surat Keputusan maupun skema pendanaan agar dokumen rencana kontigensi benar-benar dapat diimplementasikan.
Workshop ini menjadi langkah strategis Pemkot Samarinda dalam menyusun dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan bersama dalam menghadapi potensi bencana di tahun 2025. (ASYA/KMF-SMR)