SAMARINDA.KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerapkan strategi pembangunan bertahap dalam merealisasikan Taman Jembatan Mahakam di kawasan Jalan Bung Tomo. Di tengah keterbatasan anggaran, proyek ini tetap berjalan dengan prinsip progresif: sedikit demi sedikit, namun berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, turun langsung meninjau kondisi terkini kawasan tersebut, Kamis (26/3/2026). Dari hasil peninjauan, pembangunan taman yang berada di bawah samping Jembatan Mahakam itu memang belum sepenuhnya rampung. Sejumlah fasilitas dasar seperti kursi dan tangga sudah tersedia, namun keseluruhan konsep penataan kawasan masih dalam proses penyelesaian.
Andi Harun mengungkapkan, pemerintah sebenarnya telah memiliki desain lengkap (full design) untuk kawasan tersebut, termasuk integrasinya dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Namun, keterbatasan fiskal membuat pengerjaan baru bisa dilakukan sebagian.
“Kita sudah punya full design-nya, tapi karena anggaran terbatas, baru bisa kita kerjakan sekitar setengahnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk merealisasikan seluruh desain mencapai sekitar Rp6 miliar, sementara anggaran yang tersedia baru sekitar Rp3 miliar.
“Kalau dibangun secara penuh dengan TPS dan penataan jalannya, kurang lebih butuh Rp6 miliar. Tapi kemarin kita baru anggarkan sekitar Rp3 miliaran, jadi memang belum bisa tuntas,” jelasnya.
Meski demikian, Andi Harun menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Menurutnya, strategi bertahap justru menjadi pilihan realistis agar pembangunan tetap berjalan.
“Strategi kita tidak harus berhenti membangun kalau memang uang terbatas. Kita bagi dua atau tiga tahap. Yang penting kita tetap bergerak, pelan tapi tidak berhenti, dan tidak memaksakan kemampuan anggaran,” tegasnya.
Ia optimistis, pada tahun 2027 mendatang pembangunan taman tersebut dapat diselesaikan sesuai desain awal, termasuk penataan akses masuk dan keluar di sekitar jembatan agar kawasan menjadi lebih tertata dan fungsional.
“Insya Allah tahun depan kita lanjutkan sampai full design, termasuk akses jalan menuju masuk dan keluar jembatan, sehingga kawasan ini benar-benar tertata dengan baik,” tambahnya.
Selain Taman Jembatan Mahakam, Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan gagasan pengembangan ruang terbuka hijau lainnya, salah satunya taman khusus lansia.
“Kita ingin ke depan ada taman lansia. Kota besar seperti Samarinda ini rasanya perlu memiliki ruang yang nyaman bagi para lansia. Tentu ini masih kita siapkan konsep dan perencanaannya,” ungkapnya.
Rencana tersebut diproyeksikan akan terintegrasi dengan kawasan tepian Mahakam, termasuk kemungkinan menjadi bagian dari pengembangan Teras Samarinda.
Melalui pembangunan bertahap ini, Pemkot berharap Taman Jembatan Mahakam nantinya tidak hanya menjadi ruang publik yang representatif, tetapi juga bagian dari wajah kota yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.
Dalam kunjungan itu, wali kota didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda H Hero Mardanus Satyawan, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) kota Samarinda Syaparuddin berserta anggotannya dan kepala Perangkat Daerah terkait termasuk jajaran kecamatan Samarinda Seberang dan Kelurahan Sungai Keledang.(DON/KMF-SMR || FOTO: AFDANI DOKPIM)