SAMARINDA.KOMINFONEWS — Suasana Teras Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda, pada Kamis pagi (31/7/2025) terasa berbeda. Di tempat ini, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) memaparkan presentasi penting yang mengangkat dua sektor strategis: pengembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan rencana pendirian Akademi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda. Hadir langsung dalam kegiatan ini Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama jajaran kepala perangkat daerah terkait seperti Kepala Bapperida, Plt Kepala BPKAD, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Satpol PP, dan Kepala Dinas PUPR.
TWAP menyampaikan rencana pembentukan Akademi Satpol PP yang diarahkan sebagai pusat pendidikan unggul bagi para penegak Perda di lingkungan pemerintah daerah. Akademi ini dirancang untuk melahirkan personel yang profesional, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjalankan tugas dengan pendekatan humanis dan demokratis. Konsep akademik yang diajukan mencakup penyusunan kurikulum 144 SKS selama delapan semester, yang memadukan teori dengan praktik lapangan. Beberapa mata kuliah yang direncanakan antara lain teori ketertiban umum, manajemen operasional Satpol PP, psikologi massa, penanggulangan bencana, hingga praktik penanganan konflik sosial. Tidak hanya itu, TWAP juga memperkenalkan sistem pemantauan berbasis aplikasi bernama Kartinmas yang dilengkapi dengan kendaraan roda dua untuk meningkatkan mobilitas dan efektivitas operasional Satpol PP di lapangan. Gagasan ini mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga, mengingat pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Satpol PP secara nasional.
Dalam kesempatan yang sama, TWAP juga memaparkan konsep revitalisasi kawasan Citraniaga yang telah menjadi ikon perdagangan di Samarinda. Revitalisasi ini mencakup penataan ulang bangunan, pembangunan amfiteater, serta penyediaan ruang-ruang kreatif bagi pelaku seni dan pelatihan UMKM. Kampanye branding “Citra Niaga Reborn” dirancang untuk menghidupkan kembali denyut kawasan ini sebagai pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata. Selaras dengan itu, pengembangan TPI turut menjadi sorotan, dengan penekanan pada modernisasi fasilitas, transparansi sistem pelelangan berbasis digital, serta penguatan sektor hilir perikanan melalui produk olahan seperti filet siap masak. TWAP juga mengusulkan integrasi antara TPI dengan sektor kuliner dan pariwisata, sebagai bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Andi Harun dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap gagasan yang dipresentasikan. Ia menyebut inisiatif ini sebagai langkah awal yang penting untuk mendorong transformasi sektoral menuju arah pembangunan yang lebih beradab dan berkelanjutan. Namun, ia juga menegaskan bahwa konsep tersebut harus segera disempurnakan dalam waktu maksimal satu minggu ke depan. Menurutnya, pengembangan TPI harus mengutamakan fasilitas higienis, transparansi proses lelang, serta penguatan industri pengolahan ikan. Untuk Akademi Satpol PP, ia menegaskan pentingnya menghadirkan pendidikan semi-militer yang kontekstual dan tidak sekadar meniru model pendidikan IPDN. Adapun untuk Citraniaga, ia meminta agar penataan kawasan dilakukan menyeluruh, termasuk penyediaan fasilitas umum seperti toilet, akses air bersih, zona kuliner yang tertata, serta sistem pengawasan berbasis peta interaktif.
Wali Kota juga menekankan bahwa seluruh gagasan ini hanya dapat terwujud melalui sinergi lintas sektor, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan kalangan swasta. Ia mengajak seluruh jajaran untuk berpikir progresif dan bertindak cepat agar ide-ide besar ini tidak berhenti di atas kertas. Konsep pengembangan Akademi Satpol PP dan revitalisasi kawasan Citraniaga dinilainya bukan hanya langkah strategis untuk membangun infrastruktur dan kelembagaan, tetapi juga sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia unggul dan memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah. Dengan kolaborasi yang erat dan semangat kerja bersama, Samarinda diyakini mampu menjadi kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
(RIZ/KMF-SMR)