SAMARINDA, KOMINFONEWS — Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi meluncurkan program buku gratis dan bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik jenjang SD, SMP, PAUD, dan Pendidikan Nonformal (PNF), Senin (14/7/2025), di SD Negeri 017 Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.
Dalam kegiatan bertajuk Launching Buku Gratis dan Bantuan Perlengkapan Sekolah, Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, hadir langsung memimpin jalannya acara sekaligus menyerahkan secara simbolis buku gratis kepada siswa SDN 017 dan SMPN 49 Palaran.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Plh. Asisten I Sekretariat Daerah, Plt. Kepala Inspektorat, Kepala Disdikbud, Kepala Bapperida, Plt. Kepala BPKAD, Ketua TWP, camat dan lurah se-Kecamatan Palaran, serta jajaran kepala sekolah dan pengawas SD-SMP.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa mulai tahun ajaran 2025, seluruh siswa SD dan SMP di Samarinda tidak lagi diwajibkan membeli buku pelajaran, termasuk LKS, LKPD, maupun buku pengayaan lainnya.
“Kita putuskan tegas, tidak boleh ada pembelian buku oleh siswa. Jika saya temukan pelanggaran, dalam waktu 1 x 24 jam, kepala sekolahnya akan saya copot,” tegas Andi Harun.
Kebijakan ini didukung oleh program pencetakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun langsung oleh guru-guru Kota Samarinda. Total sebanyak 89.409 eksemplar LKPD telah dicetak dan dibagikan secara gratis kepada siswa.
“Kalau beli dari penerbit, biayanya bisa mencapai Rp82 miliar. Dengan mencetak sendiri, hanya menghabiskan Rp16 miliar. Ini bentuk efisiensi nyata yang langsung dirasakan orang tua dan siswa,” ujarnya.
Selain pembagian buku, Pemkot juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah dan biaya personal kepada 2.500 siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk bantuan seragam nasional, tas sekolah, dan tumbler guna mendukung gerakan pengurangan sampah plastik sekali pakai.
Tak hanya fokus pada bantuan fisik, Wali Kota juga mendorong seluruh sekolah untuk mulai menanamkan literasi kebersihan dan kesadaran lingkungan hidup sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Masalah sampah tidak cukup diselesaikan dengan alat atau aturan. Harus dimulai dari pendidikan, sejak PAUD, TK, hingga SD. Itulah yang membentuk generasi sadar lingkungan,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Wali Kota turut menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing di kalangan pelajar, khususnya Bahasa Inggris dan Mandarin, sebagai bekal menghadapi persaingan global.
“Kita tidak bisa bersaing jika tidak menguasai bahasa asing. Kepala sekolah harus mulai memantik semangat belajar siswa. Dunia ke depan akan terus diwarnai oleh persaingan antara dua kekuatan besar: Amerika dan Tiongkok. Kita harus siap,” katanya.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, dalam laporannya menyatakan bahwa program LKPD merupakan komitmen nyata Pemkot dalam menghapus praktik jual beli buku di sekolah.
“Ini bentuk keberpihakan terhadap pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa pendidikan di Samarinda tidak hanya berkualitas, tapi juga bebas dari beban biaya tambahan yang tidak perlu,” tuturnya.
Acara peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis LKPD oleh Wali Kota kepada perwakilan siswa SDN 017 dan SMPN 49 Palaran, yang disambut antusias oleh para guru, orang tua, dan peserta didik.
Melalui program ini, Pemkot Samarinda kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak kepada seluruh warga kota.
(RIZ/KMF-SMR)