SAMARINDA, KOMINFONEWS — Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menerima audiensi Pertamina Patra Niaga di Ruang Rapat Wali Kota, Balai Kota Samarinda, Senin (01/12/2025) sore. Pertemuan ini digelar untuk memastikan kesiapan pasokan energi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 serta membahas sejumlah isu strategis terkait infrastruktur BBM di Kota Samarinda.
Dalam laporannya, Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa ketersediaan LPG di Samarinda berada dalam kondisi aman, sedangkan pasokan BBM yang sebelumnya sempat terkendala dalam beberapa bulan terakhir kini berangsur stabil. Kondisi ini ditunjang oleh kedekatan suplai dari Terminal BBM Balikpapan yang dapat saling menopang jika terjadi gangguan di salah satu terminal. Selain itu, RDMP Kilang Balikpapan dijadwalkan diresmikan bulan ini dan diproyeksikan akan semakin memperkuat ketersediaan stok BBM di wilayah Kalimantan Timur.
Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga kelancaran suplai energi di masa akhir tahun. Pemkot Samarinda berharap koordinasi dan pemantauan terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Berdasarkan pemaparan Pertamina, persiapan Satgas Nataru 2025 dinyatakan berada dalam kondisi aman dan tidak terdapat kendala signifikan.
Dalam pertemuan ini, Pertamina juga menjelaskan kondisi operasional Terminal BBM Cendana yang masih berjalan serta rencana pembangunan Terminal BBM Palaran sebagai fasilitas pendukung. Dalam jangka panjang, Pertamina merencanakan pembagian fungsi terminal, yaitu Terminal Cendana akan difokuskan untuk gas oil (diesel), sementara Terminal Palaran disiapkan khusus untuk gasoline (bensin).
Wali Kota turut menyoroti permasalahan sedimentasi di area sekitar Terminal Cendana yang dinilai perlu segera ditangani demi menjaga standar keselamatan. Pertamina diminta melakukan pengerukan serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk peninjauan teknis di lapangan.
Terkait perubahan struktur Pertamina dari sub-holding menjadi holding yang mulai berlaku 1 Januari tahun depan, Pertamina memastikan bahwa peralihan tersebut tidak akan mengganggu operasional harian, meskipun beberapa proses persetujuan pembangunan harus mengikuti struktur organisasi yang baru. Wali Kota menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari penyesuaian internal perusahaan dan berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
Melalui pertemuan ini, Pemkot Samarinda dan Pertamina Patra Niaga menyepakati sejumlah tindak lanjut, di antaranya koordinasi penanganan sedimentasi Terminal Cendana, finalisasi dokumen SPBU, monitoring kesiapan Satgas Nataru 2025, serta pembaruan informasi terkait perubahan struktur organisasi Pertamina.
Pemkot Samarinda menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya menjelang Nataru 2025. Pemkot juga berkomitmen mendukung langkah-langkah strategis yang memastikan pelayanan energi tetap aman, lancar, dan terpenuhi bagi warga Samarinda. (MAF/ASYA/KMF-SMR | FOTO: ARY/DOKPIM)