PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Berita

Wawali Saefuddin Zuhri Ajak Bergerak Bersama Jaga Stabilitas Harga Jelang Imlek dan Bulan Ramadan

Berita    2 minggu yang lalu   
WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md    86 Kali

Sumber Foto: Diskominfo Kota Samarinda

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bergerak bersama, saling menguatkan, serta mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru Imlek, Bulan Suci Ramadan, hingga Idulfitri 2026.
Ajakan tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III, Gedung Balai Kota Samarinda, Senin (9/2/2026).
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pada Januari 2026 inflasi year-on-year (y-o-y) Kota Samarinda mencapai 4,33 persen, berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalimantan Timur yang masih tergolong tinggi, seiring dinamika perekonomian nasional yang turut dipengaruhi oleh kenaikan harga emas.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan semata tugas pemerintah, melainkan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta partisipasi masyarakat. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan strategis yang sangat berpengaruh terhadap daya beli warga.
“Momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri harus kita sambut dengan kesiapan. Kita harus mampu mengantisipasi dan bertindak cepat jika terjadi lonjakan harga,” ujar Saefuddin Zuhri.
Salah satu langkah inspiratif yang terus didorong adalah gerakan menanam cabai di setiap rumah. Cabai rawit menjadi perhatian karena tingginya tingkat konsumsi dan keterbatasan produksi. Melalui pelibatan RT dan kelurahan, Wawali berharap ketahanan pangan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil dan menjadi solusi nyata dalam pengendalian inflasi jangka menengah.
Dalam mendukung kebutuhan protein hewani, Wawali mendorong Perumda Varia Niaga untuk memperkuat kerja sama dengan daerah sentra produksi telur, seperti Blitar, serta menjaga kesinambungan pasokan daging ayam dan telur melalui kemitraan dengan peternak lokal.
Menjelang Ramadan, Pertamina memastikan kesiapan energi dengan melakukan extra dropping LPG serta menjamin ketersediaan BBM dan LPG di Kota Samarinda dalam kondisi aman. Pemantauan distribusi dilakukan secara berkelanjutan melalui Satuan Tugas (Satgas) di setiap daerah.
Dari sektor perikanan, ikan layang tercatat sebagai salah satu komoditas yang memengaruhi inflasi. Pasokan yang bergantung dari luar daerah, panjangnya rantai distribusi, serta faktor cuaca turut memengaruhi harga yang saat ini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Perumda Varia Niaga juga melaporkan kesiapan penambahan stok daging ayam hingga 15 ton per minggu, dengan harga jual yang tetap berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Upaya ini diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota turut menekankan pentingnya kepastian pasar bagi komoditas cabai dan bawang. Ia mendorong sinergi lintas OPD, khususnya dengan Dinas Perdagangan, agar distribusi dapat menjangkau hingga tingkat kelurahan saat terjadi gejolak harga.
Dari sisi kelancaran distribusi, Dinas Perhubungan menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal arus barang dan sembako menjelang hari besar keagamaan. Wawali juga meminta penanganan serius terhadap pencurian kabel Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) demi menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Dinas Perdagangan Kota Samarinda menunjukkan komoditas penyumbang utama inflasi meliputi daging sapi, daging ayam, dan cabai rawit merah. Tren minggu pertama Februari 2026 mencatat harga gula Rp19.200/kg, Minyakita Rp17.800/liter, cabai rawit merah Rp70.500/kg, serta bawang putih Rp38.400/kg.
Sebagai langkah penguatan koordinasi, High Level Meeting (HLM) dijadwalkan pada 11 Februari 2026, dilanjutkan dengan inspeksi mendadak pasar pada 12 Februari 2026 menjelang Imlek dan Ramadan. Pemerintah Kota juga mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Pangan Nasional (GPN) serta pengawasan terhadap peredaran beras yang tidak sesuai standar, yang saat ini tengah ditangani oleh Bapanas dan Polda.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,11 persen dengan inflasi nasional sebesar 3,55 persen. Mendagri menekankan bahwa inflasi harus dipandang secara seimbang.
“Inflasi yang terlalu rendah berisiko menekan petani, nelayan, dan pelaku usaha. Sebaliknya, inflasi yang terlalu tinggi akan membebani masyarakat. Oleh karena itu, pengendalian inflasi harus dilakukan secara hati-hati dan seimbang,” ujar Tito Karnavian.
Menutup rapat, H. Saefuddin Zuhri menyampaikan harapan agar seluruh kebijakan dan program yang telah disepakati dapat dijalankan secara konsisten, saling menguatkan, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita berharap stok pangan dan energi tetap aman, harga kebutuhan pokok terkendali, serta daya beli masyarakat terjaga. Dengan begitu, warga Samarinda dapat menyambut Imlek, Ramadan, dan Idulfitri dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebersamaan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” pungkas Wawali. (ER/VE/ASYA/KMF-SMR | Foto: JIR/DOKPIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Telp: 0541-731489   Email: setda@samarindakota.go.id   Website: https://setda.samarindakota.go.id


2026