SAMARINDA.KOMINFONEWS-Keberhasilan pembangunan dan tata kelola pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun, dalam mewujudkan transformasi kota yang lebih maju, modern, dan tertata, menjadi magnet studi banding bagi daerah lain.
Pencapaian signifikan inilah yang mendorong jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai untuk melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Kamis (27/11/2025).
Rombongan DPRD Sinjai dipimpin oleh Andi Sabir, Wakil Ketua II, didampingi anggota dewan Ir Andi Zaenal Iskandar, Andi Rusmiati Rustam, dan Muhammad Ridwan. Pertemuan berlangsung hangat di Ruang Rapat Wali Kota Lantai II, Balai Kota Samarinda.
Kunjungan rombongan kali ini berfokus pada studi komprehensif untuk mendalami beberapa aspek kunci, yaitu Manajemen pengelolaan keuangan daerah yang efektif,Peningkatan pelayanan kebersihan kota dan Fungsi pengawasan yang diemban oleh DPRD Kota Samarinda.
Dalam sesi dialog, perwakilan DPRD Sinjai secara khusus menyampaikan apresiasi mereka, menilai bahwa Samarinda telah mengalami perubahan signifikan dan berhasil membangun kepercayaan penuh dari masyarakat.
Mereka melihat Samarinda sebagai contoh transformasi yang didorong oleh kepemimpinan visioner, keberanian berinovasi, dan orientasi kuat pada kepentingan publik.
Wali Kota Andi Harun yang menyambut rombongan dengan hangat memaparkan arah pembangunan Samarinda yang tengah bergerak menuju kualifikasi Kota Metropolitan dalam lima tahun ke depan.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama kepemimpinannya adalah mengokohkan fondasi ekonomi kota.
Andi Harun memberikan pandangannya bahwa seorang Kepala Daerah harus memahami kapan anggaran menjadi motor penggerak pertumbuhan, dan kapan anggaran harus menjadi benteng pertahanan yang menjaga stabilitas daerah.
“Melaksanakan pemerintahan itu seperti menerbangkan pesawat bermesin ganda. Dua mesinnya harus berputar dengan kecepatan seimbang agar pesawat ekonomi bisa terbang stabil.” ucap Andi Harun dengan gaya visioner khasnya.
Disamping itu, ia juga beberkan jika Kinerja ekonomi Samarinda saat ini menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan ekonomi 8,66% dan penurunan kemiskinan menjadi 3,45 % bahwa indikator kebijakan berjalan pada jalur yang tepat.
Terkait dampak pemangkasan dana TKD 2026, ia menyebutkan bahwa Pemkot melakukan tunda pengeluaran non-prioritas, menerapkan zero based budgeting, dan tetap fokus prioritas pada layanan dasar seperti pengendalian banjir, jalan, dan air bersih.
Selain tata kelola keuangan, DPRD Sinjai juga menyoroti kemajuan kebersihan Samarinda yang dinilai jauh lebih baik. Mereka mengapresiasi upaya kota ini dalam membangun kesadaran publik sekaligus memperkuat sistem pengelolaan kebersihan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menjelaskan bahwa Samarinda kini mengembangkan incinerator di 10 kecamatan, memperkuat sistem persampahan, dan menanamkan budaya kebersihan sejak dini melalui lingkungan pendidikan.
Di akhir pertemuan, Kunker ini bukan sekadar pertukaran data, tetapi pertemuan dua semangat pembangunan bahwa
Pemkot Samarinda dengan transformasinya, Pemkab Sinjai dengan keinginannya untuk berubah dan maju.
Ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol kebersamaan.
“Kita maju bersama. Pemerintahan itu bukan tentang siapa yang lebih hebat, tetapi siapa yang lebih terbuka untuk belajar dan berbagi,” pungkas Andi Harun.(VE/FER/KMF-SMR|Foto.TOMMY/DOKPIM)