PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Berita

Wayang Kulit Semarakan HUT dan Bersih Desa, Wawali: Semoga Kelurahan Simpang Pasir Terus Maju

Berita    2 bulan yang lalu   
WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md    276 Kali

Sumber Foto: Diskominfo Kota Samarinda

SAMARINDA.KOMINFONEWS — Pagelaran wayang kulit mewarnai peringatan Bersih Desa Simpang Pasir ke-52 dan HUT Kelurahan Simpang Pasir ke-30, Minggu (30/11/2025) malam.
Acara budaya yang digelar di Lapangan Sepak Bola Jalan Niaga I RT 8 ini dibuka langsung Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM, yang malam itu tampil mengenakan blangkon khas Jawa dalam sambutannya sekaligis membuka acara menyampaikan harapan agar Simpang Pasir terus berkembang.
“Moga-moga Simpang Pasir ini nantinya bisa terus berkembang, terus bisa maju,” ujar Wawali di hadapan warga yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa Bersih Desa bukan sekadar ritual adat, melainkan tradisi luhur yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus pengikat persaudaraan.
Ia menilai kegiatan ini penting untuk menjaga nilai kebersamaan dan gotong royong dalam pembangunan wilayah.
“Tradisi ini memperkuat kebersamaan, kegotongroyongan, sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang Simpang Pasir selama 30 tahun,” kata Saefuddin yang juga ketua Umum DPP Silaturahmi Jawa Kalimantan (Sijaka).
Wawali juga menyinggung perjalanan Simpang Pasir yang dinilai berhasil membangun keharmonisan antara keberagaman dan kemajuan.
Ia menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah yang terus berkolaborasi.
Ia menambahkan bahwa pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Budi Asmoro dari Sragen bukan hanya hiburan, melainkan media pembelajaran moral bangsa.
“Wayang mengajarkan kebijaksanaan, kepemimpinan, kejujuran, dan tenggang rasa. Nilai-nilai itu sangat relevan untuk membangun karakter masyarakat kita,” ujarnya.
Sebelum sambutan Wawali, Ketua Panitia, Jasno—yang juga anggota DPRD Samarinda—menyampaikan sejarah singkat Simpang Pasir.
Ia menjelaskan bahwa nama Simpang Pasir dipilih melalui musyawarah tokoh masyarakat dan pemerintah, merujuk pada banyaknya gunungan pasir di wilayah tersebut. Kini, kelurahan ini memiliki luas sekitar 44 km².
Jasno menerangkan bahwa sebelum 1973, wilayah ini masih masuk dalam administrasi Handil Bakti. Dua gelombang transmigrasi—pada tahun 1973 dan awal 1974—meningkatkan jumlah penduduk secara signifikan.
Lonjakan tersebut kemudian mendorong pemerintah untuk membagi wilayah menjadi dua kelurahan, yakni Handil Bakti dan Simpang Pasir. Pemekaran itu ditetapkan melalui Perda Kota Samarinda Nomor 01 Tahun 2001.
Acara Bersih Desa ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang berlangsung hingga malam hari, disaksikan ratusan warga.
Tradisi tahunan ini kembali menjadi ruang kebersamaan, pelestarian budaya, sekaligus pengingat perjalanan panjang Simpang Pasir menuju kawasan yang lebih maju, aman, dan sejahtera.(DON/KMF-SMR || DOKUMENTASI: JEFRICO DOKPIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Telp: 0541-731489   Email: setda@samarindakota.go.id   Website: https://setda.samarindakota.go.id


2026