SAMARINDA.KOMINFONEWS — Malam di Bukuan terasa lebih hangat dari biasanya, Senin (17/11/2025). Di halaman rumah Ketua RT 17, karpet digelar rapi, tenda sederhana berdiri menaungi warga yang mulai berdatangan satu per satu. Aroma masakan rumahan bercampur dengan cahaya lampu jalan yang kini menyala lebih terang dari sebelumnya—simbol perubahan yang benar-benar mereka rasakan.
Malam itu, warga RT 17 Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, menggelar tasyakuran atas selesainya pembangunan jalan lingkungan mereka. Jalan yang dulu gelap, rusak, dan kerap dikeluhkan, kini mulus dan nyaman dilalui. Kebahagiaan sederhana itu makin lengkap dengan kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang datang langsung untuk berbagi rasa syukur bersama warga.
Di sela suasana akrab, Saefuddin Zuhri menyampaikan pesan yang terasa begitu dekat dengan keseharian masyarakat.
“Ini yang diharapkan masyarakat Samarinda—bisa membangun untuk daerahnya. Jalannya mulus, lampunya terang, dan semoga rakyatnya bisa makmur,” ucapnya, disambut anggukan warga.
Ia mengingatkan bahwa rasa syukur adalah kunci keberlanjutan pembangunan.
“Kalau makmur, terus mensyukuri nikmat. Kalau mensyukuri nikmat berarti bersyukur kepada Allah, itu akan ditambah. Makanya banyak-banyak bersyukur, termasuk syukur atas pembangunan jalan di sini,” ujarnya dengan nada hangat.
Warga tampak khusyuk saat doa bersama dipanjatkan. Bukan sekadar seremoni, bagi mereka ini adalah pengingat bahwa jalan yang baru dibangun bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dijaga.
“Marilah kita bersyukur dan berdoa. Berkat ini semua, kita bisa terus membangun daerah-daerah yang belum tersentuh, sehingga akhirnya masyarakat Samarinda merasakan pemerataan pembangunan,” lanjut Saefuddin.
Ia juga berpesan agar warga ikut menjaga fasilitas yang sudah ada, termasuk jalan baru ini.
“Kota Samarinda masih banyak kekurangan, tapi daerah ini sudah terbangun. Oleh karena itu saya minta, mari kita pelihara dengan baik. Jaga jalan ini, jaga kebersihan kota, dan jangan buang sampah sembarangan,” pintanya.
Syukuran malam itu diakhiri dengan santap bersama. Tawa kecil, canda ringan, dan rasa bangga terpancar dari wajah warga bahkan lebih menyatu karena Wawali berdialog dengan memadukan bahasa Jawa yang merupakan mayoritas warga setempat.
Jalan baru itu bukan hanya infrastruktur; ia adalah harapan yang digelar, sama seperti karpet di halaman rumah Ketua RT—tempat warga berkumpul, bersyukur, dan merayakan kemajuan kecil yang berarti besar bagi kehidupan mereka.(DON/KMF || ARY/DOKPIM)