SAMARINDA.KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menggelar Pelatihan Operasionalisasi Sistem/Aplikasi Capital Investment Planning (CIP) – National Urban Development Project (NUDP). Kegiatan ini berlangsung di Harris Hotel Samarinda, Kamis (30/10/2025).
Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem perencanaan investasi daerah yang lebih strategis dan berbasis kebutuhan kota. Melalui sistem CIP, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun prioritas investasi infrastruktur secara efisien, terintegrasi, dan berbasis data spasial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, H. Hero Mardanus, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa penerapan sistem ini akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah dan tahunan dengan pendekatan yang lebih sistematis dan terukur.
“Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan World Bank melalui proyek National Urban Development Project (NUDP) untuk memperkuat proses perencanaan dan pemrograman pembangunan perkotaan yang terpadu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemkot Samarinda telah membentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan NUDP di tingkat daerah melalui keputusan kepala daerah. Tim ini berperan mengoptimalkan koordinasi sekaligus memastikan keberlanjutan pelaksanaan proyek di lapangan.
Tim tersebut didukung oleh tiga kelompok kerja (Pokja), yaitu Pokja Perencanaan Pembangunan Perkotaan Terpadu, Pokja Capital Investment Planning (CIP), dan Pokja Pengembangan Kapasitas.
Menurut Hero, sistem aplikasi CIP berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan berbasis spasial yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan, hingga kebencanaan dan anggaran. Dengan begitu, keputusan investasi infrastruktur dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Hero berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kemampuan perencanaan berbasis data.
“Kami berharap para peserta dapat memahami dan mengaplikasikan sistem CIP ini dalam proses perencanaan daerah. Dengan perencanaan yang lebih matang, pembangunan di Kota Samarinda akan berjalan lebih efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Pelatihan CIP ini merupakan putaran kedua yang diselenggarakan oleh Tim Penyelenggara Kegiatan CIP Kemendagri. Sebelumnya, pelatihan pertama telah dilaksanakan pada 25–27 Februari 2025. Untuk tahap kedua, kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2025. (FER/FOTO: TOM-DOKPIM/KMF-SMR)