Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian (Diskumi) Jusmaramdhana Alus, SH,
M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) H. Ananta Fathurrozi, S.Sos,
M.Si, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda Nadya Turisna, S.STP,
M.Si, serta Kabid Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Yusdiansyah, S.Sos, MM.
Sementara itu, rombongan koperasi dipimpin Ketua KMP Lempake, Adung KS Utomo, didampingi sejumlah ahli nutrisi dari Universitas Mulawarman (Unmul).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya mengenai permohonan peminjaman lahan Pemkot Samarinda untuk keperluan pendirian sentra peternakan, khususnya ternak domba.
Dalam kesempatan itu, pihak koperasi memaparkan secara detail mengenai rencana bisnis, kebutuhan modal awal, biaya operasional, serta potensi keuntungan jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi paparan tersebut, Wali Kota Andi Harun menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. “Sepanjang hitungan bisnisnya jelas, rasional, dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga Samarinda, maka saya mendukung,” ujar Andi Harun.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Wali Kota menyetujui peminjaman lahan seluas satu hektare milik Pemkot Samarinda untuk digunakan sebagai lokasi sentra peternakan domba. Ia juga memerintahkan BPKAD agar segera menyiapkan surat pinjam pakai beserta kelengkapan administrasi lainnya.
Dalam sesi pembahasan, Wali Kota yang dikenal memiliki pengalaman luas di dunia bisnis ini bahkan turut mengkaji kembali perhitungan modal dan proyeksi keuntungan. Termasuk komposisi awal sebanyak 100 ekor induk domba dan 5 ekor domba jantan sebagai populasi dasar.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, turut mengingatkan pentingnya koperasi tetap berpegang pada prinsip dasar koperasi.
“Koperasi harus tetap berlandaskan semangat dari, oleh, dan untuk anggota. Tujuan utamanya bukan hanya mengejar profit, tetapi memastikan kesejahteraan bersama sebagai roh utama koperasi,” tegasnya.
Dengan adanya dukungan dari Pemkot Samarinda, diharapkan Koperasi Merah Putih Lempake dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat sektor peternakan dan ketahanan pangan lokal di Kota Samarinda. (HER/KMF-SMR | FOTO: TOMI/DOKPIM)